Hari Ini Bupati Sijunjung Buka Alek Nagari Sijunjuang

-

Jum'at, 09/11/2018 07:10 WIB
Kampung Tadisi Minangkabau di Padang Ranah lokasi diadakannya Alek Nagari Sijunjuang (Foto Internet)

Kampung Tadisi Minangkabau di Padang Ranah lokasi diadakannya Alek Nagari Sijunjuang (Foto Internet)

Padang, sumbarsatu.com—Tak ada aral melintang, hari ini, Jumat (9/11/2018) Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dijadwalkan menghadiri pembukaan Alek Nagari Sijunjuang. Pembukaan alek tradisi anak nagari digelar selama 2 hari hingga Sabtu (10/11/2018) ini juga dihadiri jajaran Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Ya, memang benar. Pak Bupati akan membuka secara resmi Alek Nagari Sijunjuang pukul 16.00 sore. Semua persiapan sudah maksimal,” kata Effendi, Wali Nagari Sijunjuang, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, saat pembukaan itu, akan digelar pawai budaya dengan menghadirkan seni dan ritual-ritual yang ada di Nagari Sijunjuang.

“Pembukaan akan dilangsungkan di tugu Bundo Kanduang di Jorong Padang Ranah,” jelasnya.  

Alek Nagari Sijunjuang merupakan kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaaan Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan  masyarakat dan Pemerinta Nagari Sijunjuang, Kabupaten Sijunjuang, serta didukung penuh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 

Kegiatan yang kental dengan tradisi anak Nagari Sijunjuang ini digelar di Jorong Padang Ranah dengan melibatkan 10 jorong lainnya di kawasan tabek di Jorong Padang Ranah.

Menurut Gemala Ranti, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Alek Nagari Sijunjuang merupakan sebuah peristiwa budaya yang sangat kental kaitannya dengan tradisi positif yang telah tumbuh di nagari-nagari.

“Dengan adanya alek nagari, maka masyarakat nagari memiliki ruang ekpresi untuk mengungkapkan seni dan upacara-upacara adat yang selama ini masih belum terbuka ke public atau masih terbatas diketahui. Alek Nagari Sijunjuang tentu saja membuka banyak peluang untuk mengenalkan tradisi anak Nagari Sijunjuang,” kata Gemala Ranti.   

Alek Nagari Sijunjuang digelar masyarakat anak nagari bersama-sama elemen masyarakat, lembaga adat, bundo kanduang, ninik mamak, perangkat nagari, jorong, dan para pihak lainnya, antusias menyiapkan alek nagari ini.

“Kita (Disbud) bersama beberapa orang budayawan hanya memfasilitasi. Ini alek anak Nagari Sijunjuang,” tambahnya.

“Sepuluh jorong yang ada di Nagari Sijunjuang sudah menyiapkan berbagai seni dan adat yang akan dibawakan dalam Alek Nagari Sijunjuang. Masing-masing jorong akan menghadirkan berbagai tradisi adatnya,” tambah Effendi.

Dijelaskannya, dalam kegiatan Alek Nagari ini masyarakat setiap jorong akan menampilkan antara lain tradisi bataboh, batagak gala, poi karimbo, manta marapulai, turun mandi, manjalang, bakau adat, manyaratuih hari, maarak anak daro, katam Quran, silek dan randai, serta permainan anak nagari lainnya.

Selain penampilan “ritual” tradisi Nagari Sijunjuang itu, juga akan dilakukan kegiatan literasi berupa workshop penulisan dan pembacaan puisi untuk siswa SMP dan SMA yang akan diampu sastrawan Syarifuddin Arifin dan Y Thendra BP.

“Hasil workshop ini akan ditampailkan dalam bentuk pementasan baca puisi. Tema workshop ini tetap berangkat dari lingkungan sekitar mereka, yakni rumah gadang,” kata Syarifuddin Arifin.

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dilaksanakan pengenalan teknik dasar menggambar dan mewarnai.  

Alek Nagari Sijunjuang yang pertama kali digelar di Kampuang Adaik ini dibuka dengan pawai budaya anak Nagari Sijunjuang.

Menurut budayawan Edy Utama, penggerak dan aktivis alek-alek nagari di Sumatera Barat, peristiwa budaya yang disebut dengan alek nagari merupakan salah satu instrumen penting bagi kebudayaan Minangkabau agar tetap eksis dan kuat.

“Rumah gadang merupakan salah ruang kultural bagi kelangsungan budaya Minangkabau, selain tentu saja galanggang atau sasaran. Selama ini, fungsi rumah gadang sebagai ruang budaya sudah menyusut dan malah tak terlihat lagi kemanfaatannya seperti itu. Dengan alek nagari posisi dan fungsi rumah gadang bisa dinamisasikan kembali. Alek Nagari Sijunjuang tentu menuju ke tujuan demikian,” kata Edy Utama.

Sementara itu, Nurmatias, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat menyambut baik kegiatan Alek Nagari Sijunjuang. Menurutnya, peristiwa budaya ini ia pastikan akan berdampak pada pelestarian dan fungsionalisasi rumah adat atau rumah gadang yang ada di Nagari Sijunjuang.

“Puluhan rumah gadang atau rumah adat yang ada di Nagari Sijunjuang ini akan bergairah lagi dengan beragam kegiatan di dalamnya. Selain itu, dengan alek nagari ini kampuang adai Nagari Sijunjuang akan dikenal lebih luas, serta akan membuka minat orang untuk datang ke nagari ini,” kata Nurmatias. (SSC/NA)

BACA JUGA