Kamis, 08/11/2018 15:34 WIB

Pemkab Agam Gencar Dorong Pertanian Padi Organik

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran

Agam, sumbarsatu.com- Pemkab Agam melalui Dinas Pertanian kini tengah gencar mendorong petani melakukan pertanian padi organik guna menghasilkan padi organik, dan mengembalikan kesuburan tanah secara alamiah bukan melalui cara kimiawi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si, Kamis (8/11/2018) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, melalui sistem pertanian organik, di samping menghasilkan padi yang menyehatkan untuk dikonsumsi, juga berdampak baik terhadap ketahanan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

“Saat ini kita sedang melakukan pengembangan dan penggarapan lahan padi organik terhadap beberapa kelompok tani di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. Diproyeksikan sekitar 340 hektare lahan yang siap untuk penggarapan padi organik,” ujarnya.

Kegiatan itu sudah dimulai Kelompok Tani Usaha Muda di Jorong Pauh, dengan bahan organiknya berasal dari kotoran ternak dan tumbuh-tumbuhan atau dedaunan yang sudah berguguran.

Isman menjelaskan, keunggulan lainnya adalah, padi organik yang diproduksi akan tahan terhadap penyakit atau gangguan hama padi lainnya, karena biota yang melakukan perlindungan tidak rusak.

“Nah, sebaliknya jika dilakukan penyemprotan dengan pestisida, maka akan membuat biota mati, sedangkan biota diperlukan untuk melindungi tanaman itu sendiri,” ujarnya menjelaskan.

Di samping itu, gabungan kelompok tani di Kamang Magek juga berupaya melaksanakan kegiatan pertanian untuk komoditas lainnya, seperti tanaman manggis. Kini tanaman manggis organik sekitar 20 hektar sedang digarap.

“Tidak hanya di Kamang Magek, ini juga sedang kita lakukan di seluruh kecamatan di Agam, seperti Kecamatan Lubuk Basung penanganan padi organik juga sedang kita lakukan,” ujarnya pula. (MSM)

 

BACA JUGA