Kamis, 08/11/2018 14:43 WIB

Pasbar Banjir, Bocah Hanyut Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, ditemukan meninggal dunia dalam posisi mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi, Kamis siang (8/11/2018).

Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, ditemukan meninggal dunia dalam posisi mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi, Kamis siang (8/11/2018).

Simpang Empat, sumbarsatu.com-- Korban hanyut, Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, ditemukan meninggal dunia dalam posisi mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi, Kamis siang (8/11/2018).

"Ya benar, korban ditemukan sekitar pukul 12.00 tadi siang dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Camat Parit Koto Balingka, Hamulian, Kamis (8/11/2018).

Dia  mengatakan, saat ditemukan kondisi korban meninggal dunia dan tubuhnya mengalami luka-luka.

"Ada sejumlah luka di tubuh korban di antaranya di tangan dan kepala korban. Kemungkinan terhempas ke bebatuan di sungai akibat terseret air," kata Hamulian.

Ia menjelaskan, penemuan korban berawal ketika tim gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban pada Kamis (8/11) pagi.

BACA: Satu Anak Hanyut, Pasaman Barat Dilanda Banjir dan Longsor Lagi

Saat tim dari BPBD, SAR, kepolisian, TNI dan masyarakat melakukan pencarian, seorang warga melihat tangan korban tampak di dalam air.

Melihat itu, warga memberitahukan kepada petugas. Tim gabungan langsung melihat korban dan mengangkat jasad korban ke darat.

"Saat ini jasad korban sudah dibawa oleh keluarga korban untuk segera dimakamkan," katanya.

Ia menyebutkan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama teman-temannya pada Rabu (7/11) sore.

Dia menyebutkan, korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni, warga Jorong Pegambiran Parit Koto Balingka.

Ia menjelaskan hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya mendi-mandi di sungai.

Sedang aysik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa korban hanyut. Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

Dia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor. (SSC/SJ) 

BACA JUGA