Impessa Dance Company dan Aqick Percussion Hadir di Kaba Festival 2018

RANGKAIAN “INDONESIANA” SILEK ARTS FESTIVAL

Kamis, 08/11/2018 12:10 WIB
Impessa Dance Company, Padangmementaskan “Kato”

Impessa Dance Company, Padangmementaskan “Kato”

Padang, sumbarsatu.com—Bekerja sama dengan program Indonesiana Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Bakti Budaya Djarum Foundation, serta Nan Jombang Dance Company, Komunitas Galombang Minangkabau akan menggelar pementasan seni pertunjukan Kaba Festival pada 26 November hingga 2 Desember 2018 di Ladang Tari Nan Jombang Padang.

Kaba Festival 2018 yang kelima kalinya digelar ini merupakan rangkaian program “Indonesiana” Silek Arts Festival (SAF) 2018 di Sumatera Barat akan memasuki pekan-pekan terakhir kegiatan. Dalam relis yang dilansir panitia, ada 15 kelompok seni pertunjujan yang sudah oke hadir dalam iven yang sudah dimulai sejak 2014 ini.

Menurut Angga Djamar, Direktur Kaba Festival 2018, iven seni pertunjukan ini akan dihadiri koreografer dari Indonesia, Jepang, Swedia, Perancis, dan Belanda. Berikut tentang dua grup yang akan tampil.

Impessa Dance Company, Padang

Judul karya yang akan ditampilkan “Kato” karya koreografer Joni Andra dengan panata music Hassanawi. “Kato” diperkuat dengan penari Afri Nalis, Nurima Sari, Tan Welby Janitra, Jas Ungkal Nadi, dan Rinto Yugo. Panjang pertunjukan 30 menit.

Sinopsis 

Limpapeh rumah nan gadang

Amban puruak pagangan kunci

Amban puruak aluang bunian

Pusek jalo kumpulan tali

Sumarak di dalam kampuang

Hiasan dalam nagari

Nan gadang basa batuah

Kok hiduik tampek banasa

Kok mati tampek baniak

Ka undang undang ka madinah

Ka payuang panji ka sarugo

Kata tak lagi menjadi panutan...

Lembaga hanya menjadi hiasan dalam negeri

Pedoman sebatas tinggal di kitab

Bundo kanduang tak lagi jadi bunda sejati

Negeri telah kehilangan arah...

Kata hanya tinggal sebatas Kato

Tentang Joni Andar (Impessa Dance Company)

Dari umur 5 tahun, Joni Andra mulai mengenal dunia tari. Setelah menempuh pendidikan di SMKI Padang, Jurusan Tari melanjutkan pendidikan ke IKIP Yogyakarta Jurusan Tari pada tahun 1993.

Selama di perkuliahan, sudah mengenal penciptaan tari. Setelah menyelesaikan pendidikan di IKIP Yogyakarta pada tahun 1998, langsung mengabdi sebagai tenaga honorer di Taman Budaya Bengkulu, namun kerinduan untuk berkarya di tanah kelahiran Padang, Sumatera Barat, semakin menggebu hingga pada awal tahun 1999, kembali ke Padang dan mulai aktif sebagai penari dan koreografer di Taman Budaya Sumatera Barat.

Pada 28 November 1999 berdirilah grup tari diberi nama Impessa Dance Company, menampung para generasi muda yang mencintai seni budaya Minangkabau.

Impessa Dance Company, melibatkan anggota dari komunitas-komunitas breakdance atau yang lebih dikenal sebagai B-boy (penari jalanan).

Hal ini yang mendasari Impessa Dance Company untuk mengajak mereka (B-boy) bergabung agar kembali mencintai budaya Minangkabau itu sendiri. Sampai sekarang regenerasi penari dari komunitas breakdance tersebut masih berlanjut.

6 tahun belakangan ini Joni Andra bersama Impessa Dance Company tergabung di dalam sebuah komunitas “Galombang Minangkabau”, di bawah pimpinan Ery Mefri. Sampai detik ini Joni Andra secara tidak langsung telah menjadi “murid” dari seorang koreografer Ery Mefri dan aktif belajar manajemen seni bersama Angga Djamar.

Ery Mefri dan Angga Djamar adalah dua orang penting yang berpengaruh pada perjalanan diri seorang Joni Andra dengan Impessa Dance Companynya.

Joni Andra memulai karya perdananya pada tahun 1997 dengan judul karya “Bagurau” mengikuti Festival Kesenian Yogyakarta, dan pada tahun 1998, mendapatkan penghargaan sebagai karya terbaik Mahasiswa Sendratasik IKIP Yogyakarta dengan judul karya “Transvesti”.

Pada tahun 1999, Juara Harapan I Festival Tari Gedung Kesenian Jakarta dengan karya “Ratak Piriang Tigo”, di Jakarta. Di tahun 2000, diundang dalam kegiatan Festival Cak Durasim di Surabaya, dengan membawakan karya “Melepas Batas”. Pada tahun 2001, mengikuti Temu Karya Taman Budaya Sumatera Barat, dengan judul karya “Bergulir”, di Padang.

Di tahun 2003, terlibat dalam Galanggang Tari Sumatera dengan membawakan karya “Gender Ketiga” di Padang. Joni Andra menciptakan karya tari dengan judul “Cincin Kelopak Mawar”, “17:16” dan “Ratok Bunian” ditampilkan di tiga kota yaitu, Padang, Pekanbaru dan Lampung pada tahun 2010.

Tahun 2011, menciptakan karya tari “Potret Nan Kanduang” ditampilkan di Taman Budaya Sumatera Barat dan di tahun yang sama diundang ke Lampung mengikuti Temu Karya Taman Budaya se-Sumatera.

Tahun 2012, menciptakan karya tari “Darah Jantan” ditampilkan di Taman Budaya Syumatera Barat dan Bengkulu.

Di tahun 2013, menciptakan karya tari “Nyanyian Kematian” ditampilkan di Taman Budaya Sumatera Barat, sekaligus mengikuti undangan dari ISI Surakarta dalam kegiatan Peringatan Hari Tari se-Dunia.

Pada 14 Maret 2014, menciptakan karya “Ratak Nyao” ditampilkan di Taman Budaya Sumatera Barat dan Oktober 2014, karya “Ratak Nyao” yang ditampilkan pada acara internasional “Padang Balangaang” yang acaranya berlangsung di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Padang, dan Aula Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).

Pada 3-5 Desember 2014, karya “Ratak Nyao” ditampilkan pada acara “Kaba Festival 1” yang berlangsung di Ladang Tari Nan Jombang.

Pada Desember 2015, menampilkan  karya “Sembilan Perjanjian Darah” di Ladang Tari Nan Jombang. Kaba Festival 2. Pada November tahun 2016, menciptakan karya “Dendang Tengkorak” dan ditampilkan pada Kaba Festival 3 di Ladang Tari Nan Jombang. Pada bulan yang sama pada 2016 menampilkan karya “Sembilan Perjanjian Darah” di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Pasar Seni Tari Kontemporer (PASTAKOM).

Dan pada Desember 2016 Pentas Tunggal Impessa Dance Company dengan menampilkan karya “Dendang Tengkorak” dan “Cincin Kelopak Mawar” di Taman Budaya Sumatera Barat,

Pada tahun 2017 dengan judul karya “Perempuan Terakhir” yang ditampilkan pada Kaba Festival 4 di Taman Budaya Sumatera Barat, pada Hari Tari se-Dunia di Universitas Negeri Padang dan pementasan tunggal pada Agustus 2018 di Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar.

Aqick Percussion, Jakarta

Judul: Kita”; Komposer: Armend Aqick Jakarta; Sinopsis: Kita, bukan aku. Aku bukan siapa siapa. Justru kitalah yang jadi siapa- siapa.

Aqick Percussion, Jakarta akan tampil dalam pertunjukan seni Kaba Festival 2018 di Ladang Nan Jombang dalam rangkaian Indonesiana-SAF

Armen Aqick lahir di Padang 17 November 1968. Tamatan ASKI Padang Panjang (kini ISI Padang Panjang). Komposer berbagai karya tari dan karya musik di Tanah Air yang telah pentas di Amerika, Eropa, dan Asia.

BACA JUGA