Etape 4, Pembalap Mengayuh Kereta Angin dalam Sirama Hujan

SPORT TOURISM TOUR DE SINGKARAK 2018

Rabu, 07/11/2018 20:19 WIB
Kendati berpacu di bawah guyuran hujan lebat di Kelok 44, menjelang garis finis Etape 4 TdS 2018, tidak menyurutkan semangat para pembalap. Mereka tampak berupaya sekuat tenaga untuk menggapai garis finis, Rabu (7/11/2018) di Ambun Pagi, Matur

Kendati berpacu di bawah guyuran hujan lebat di Kelok 44, menjelang garis finis Etape 4 TdS 2018, tidak menyurutkan semangat para pembalap. Mereka tampak berupaya sekuat tenaga untuk menggapai garis finis, Rabu (7/11/2018) di Ambun Pagi, Matur

Agam, sumbarsatu.com--Kendati berpacu di bawah guyuran hujan lebat di Kelok 44, menjelang garis finis Etape 4 TdS 2018, tidak menyurutkan semangat para pembalap. Mereka tampak berupaya sekuat tenaga untuk menggapai garis finis, Rabu (7/11/2018) di Ambun Pagi, Matur.

Hujan lebat mulai membasahi bumi Kelok 44 tepat pada Kelok 33. Semua pembalap berhasil mencapai finis mulai pukul 14.00.

Hal ini mengakibat para peserta terpecah menjadi beberapa kelompok karena medan semakin licin, berat, berkabut, dan sangat menantang. Di samping itu, mereka mesti menghadapi tanjakan panjang dan bengkolan tajam.

Semangat para penonton tampak tidak mampu disurutkan guyuran hujan. Bahkan Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah bersama rombongan Forkompimda Agam juga tidak menghiraukan hujan. Mereka tetap menyambut para pembalap dekat garis finis dan ikut mengelu-elukan pembalap yang masuk finis.

Para pencari berita pun, terutama fotografer, juga tidak menghiraukan guyuran hujan. Mereka seakan tidak peduli kalau kamera mereka akan dibasahi hujan. Mereka tetap berpacu mengabadikan momen penting tersebut.

Kuras Tenaga

Para pebalap TdS mengakui tanjakan di Kelok 44 sangat menantang dan menguras tenaga.

“Sepanjang Kelok 44 saya akui memang sulit untuk berpacu lebih cepat. Tapi, kalau soal pemandangan benar-benar indah, tiada duanya. Sayang, saat naik beberapa kelok lagi hujan sudah mulai turun. Saat itulah tenaga kita dikuras, karena jalan mengandung air membuat ban melambat,” ujar Jesse Ewart asal Australia yang memenangi Etape 4 ini. (MSM)

BACA JUGA