Jum'at, 02/11/2018 17:51 WIB

Kemendes PDTT dan LP2M UNP Gelar Diskusi Terpumpun BUM Nagari

Kemendes PDTT  bekerja sama dengan LP2M UNP gelar Diskusi Terpumpun di Gedung Rektorat UNP pada Jumat (2/11/2018).

Kemendes PDTT bekerja sama dengan LP2M UNP gelar Diskusi Terpumpun di Gedung Rektorat UNP pada Jumat (2/11/2018).

Padang, sumbarsatu.com—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Padang gelar Diskusi Terpumpun di Gedung Rektorat UNP pada Jumat (2/11/2018).

Diskusi Terpumpun ini diikuti 25 peserta pendamping Badan Usaha Milik (BUM) Desa/Nagari dibuka Wakil Rektor 4 UNP Syahrial Bakhtiar.

Syahrial Bakhtiar mengatakan, prioritas pembangunan desa saat ini merupakan suatu yang tepat, mengingat berdasarkan data, presentase jumlah penduduk kota terus mengalami peningkatan setiap tahun. Kehadiran BUM Desa/Nagari jelas sudah sangat tepat untuk memperluas dan mengidentifikasi kegiatan ekonomi masyarakad desa dan nagari.

“Dengan adanya BUM Desa/Nagari yang terkelola dengan baik akan mendorong terjadinya industrialisasi perdesaan dan pernagarian berbasis usaha mikro di tengah masyarakat. Keberadaannya sangat penting sebagai piranti menuju kesejahteraan masyarakat,” kata  Syahrial Bakhtiar sembari berpesan kepada para pendamping BUM Desa/Nagariu agar yang mengikuti FGD ini dengan baik.

Sementara itu Ketua LP2M, Rusdinal mengatakan, pendampingan desa atau nagari adalah kegiatan untuk melakukan tindakan pemberdayaan masyarakat melalui asistensi, pengorganisasian, pengarahan dan fasilitasi desa/nagari.

“Setiap pendamping desa mesti memhami peraturan mengenai pengertian, tugas, kualifikasi. Untuk menjadi pendamping BUM Desa/Nagari dilakukan dengan proses rekrutmen secara profesional seperti diatur dalam Permendesa No. 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa,” terang Rusdinal.

Sekretaris LP2M, Khairudin mengungkapkan, hadirnya pendamping tentu dalam konteks yang ideal yakni membantu jalannya kegiatan ekonomi di nagari-nagari. Nagari memiliki personil yang secara khusus memfokus pada bagaimana membangun lembaga.

“Karena tugas mahapentingnya itu, sudah pasti orang yang bertugas sebagai pendamping pastilah seorang yang sangat menguasai nagari, masyarakat nagari, sosiologi kenagarian dan segala hal mengenai nagari,” tambah Khairudin. (SSC)

BACA JUGA