Pemkab Pessel Antisipasi Perilaku Menyimpang LGBT

-

Selasa, 06/11/2018 22:43 WIB
Bupati Pessel Hendrajoni memberikan keterang di Media Center Kabupaten Pesisir Selatan terkait maraknya isu dan perilaku LGBT. Bupati meminta Kesbangpol dan Satpol-PP mengantisipasinya

Bupati Pessel Hendrajoni memberikan keterang di Media Center Kabupaten Pesisir Selatan terkait maraknya isu dan perilaku LGBT. Bupati meminta Kesbangpol dan Satpol-PP mengantisipasinya

Pessel, sumbarsatu.com--Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengantisipasi meruyaknya perilaku menyimpang terkait maraknya lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di tanah air khususnya di negeri berjulukan Sejuta Pesona ini. 

Bupati Pessel, Hendrajoni, meminta Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Kesatuan Masyarakat (Kesbangpol) dan Satpol-PP agar LGBT tak masuk ke Pessel ini.

"Ini harus segera diantisipasi agar tak masuk, karena dampaknya sangat merusak tatanan sosial. Apalagi, belakangan ini LGBT sudah masuk ke Sumbar. Antisipasi ini bertujuan agar generasi muda tidak termasuk golongan itu,” ujar Hendrajoni kepada sumbarsatu, Selasa (6/11/2018). 

Sementara itu, pihaknya akan mendata, jika ada yang kedapatan maka akan diobati dan diberi penyuluhan atau bimbingan rohani. Namun, untuk hingga kini pihaknya belum ada menemukan hal itu. Pihak Pemkab Pessel akan melakukan pemantauan bersama pihak-pihak yang terkait. 

"Supaya tidak masuk ke sekolah, maka kepada guru agar mencegah masuknya perilaku yang  bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian dan budaya itu di sekolah sangat dibutuhkan," imbuhnya. 

Lebih lanjut, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di tengah masyarakat. Jika ada tindakan yang mencurigakan dan mengarah pada kelompok LGBT ini, segera laporkan kepada pemerintah daerah melalui kesbangpol dan Satpol-PP.

"Kami siap melaksanakan hal itu untuk menjaga tatanan sosial masyarakat tetap aman dan damai dari gangguan isu yang dapat merusak generasi muda," ujar Bupati lagi. 

"Kami juga mengimbau orang tua agar memantau kegiatan anak-anak di luar rumah karena kita tidak mau anak-anak kita sebagai generasi penerus terjerumus kepada perilaku yang tidak senonoh yang bisa merusak mental dan moral generasi muda," tutupnya. (MIN) 

BACA JUGA