Sabtu, 27/10/2018 22:30 WIB

Mendes PDTT Orasi dalam Gebyar Kebangsaan di TMII

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri kegiatan Gebyar Kebangsaan dengan tema Pemuda-Pemudi Indonesia Peduli Kemanusiaan untuk Palu, Donggala, Sigi, dan Lombok di Parkiran Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (27/10).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri kegiatan Gebyar Kebangsaan dengan tema Pemuda-Pemudi Indonesia Peduli Kemanusiaan untuk Palu, Donggala, Sigi, dan Lombok di Parkiran Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (27/10).

Jakarta, sumbarsatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri kegiatan Gebyar Kebangsaan dengan tema Pemuda-Pemudi Indonesia Peduli Kemanusiaan untuk Palu, Donggala, Sigi, dan Lombok di Parkiran Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (27/10/2018).
 
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo salut dengan kegiatan peduli kemanusiaan dari pemuda-pemudi yang salah satunya adalah konser amal untuk daerah yang terdampak terjadinya bencana di Palu, Donggala, Sigi, dan Lombok.
 
 "Saya senang sekali pada sore hari ini generasi muda dan mahasiswa telah menunjukkan kembali rasa kesetiakawanan sosialnya dengan menyelenggarakan amal dengan acara penggalangan dana untuk saudara kita yang baru kena musibah," katanya.
 
Menteri Eko berharap dengan kegiatan yang digelar oleh forum pemuda peduli NKRI ini dapat menjadi sebuah motivasi bagi sejumlah komponen bangsa lainnya untuk bisa lebih peduli terhadap bangsa ini.
 
"Semoga juga dapat menumbuhkan kembali rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Sehingga kita tidak mudah diganggu oleh unsur-unsur luar yang berusaha menyusup kepada bangsa kita untuk memecah belah bangsa kita," katanya.
 
Kemendes PDTT, kata Menteri Eko, telah melakukan kegiatan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap daerah yang terdampak musibah. Salah satunya dengan mendirikan posko di Palu.
 
"Kemendes PDTT telah memiliki posko di Palu. Kita juga memiliki 40 ribu pendamping desa yang secara bergilir mengelola posko tersebut. Itu ada sekitar 2 ribu orang yang tinggal di posko. Di posko itu kita menyediakan dapur umum dan tenda kesehatan," katanya.
 
Selain kegiatan kemanusiaan, Forum Pemuda Peduli NKRI itu juga menggelar aksi gerakan anti-hoax dengan mengadakan deklarasi anti-hoax dan anti-provokasi.
 
Mendes PDTT yang mengikuti kegiatan deklarasi tersebut menilai bahwa kegiatan yang diadakan tersebut sangat positif karena hoaks dan provokasi dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
 
"Saya pikir ini inisiatif yang sangat baik dari para pemuda dengan mengadakan deklaraai anti-hoax, anti-provokasi karena kalau ini dibiarkan akan dapat memecah belah bangsa kita," katanya.(SSC/Rel)

<iframe class="" title="fb:like Facebook Social Plugin" src="https://www.facebook.com/v2.6/plugins/like.php?acti name="f4ea1cb11aa5c4" width="90px" height="25px" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

 

BACA JUGA