Rabu, 24/10/2018 13:37 WIB

BPBD dan FPRB Agam Ikuti Peringatan Bulan PRB Nasional di Medan

Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional tahun 2018 di Kota Medan, Minggu (21/10/2018) sampai Kamis  (25/10/2018).

Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional tahun 2018 di Kota Medan, Minggu (21/10/2018) sampai Kamis (25/10/2018).

Agam, sumbarsatu.com—Sebelas orang perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan Forum Pengurangan Bencana (FPRB) mengikuti acara Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional tahun 2018 di Kota Medan, Minggu (21/10/2018) sampai Kamis  (25/10/2018). Hal itu dikatakan Kabid PK BPBD Agam, Yunaidi.S, MPd.

Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risisko Bencana Nasional tahun 2018 di Kota Medan sebagai aksi solidaritas untuk NTB dan Sulawesi Tenggara melalui kemitraan pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara H. Edi Rahmayadi, ditandai dengan pemukulan gordang, didampingi Ketua Bulan PRB, unsur PMI dan Miss. Raita, Rabu (24/10) di Santika Premiere Dyandra Hotel, Kota Medan.    

Gubernur Sumut, H. Edi Rahmayadi dalam sambutannya menyambut baik, dan memberi apresiasi yang luar biasa, dengan dipercayanya sebagai tuan rumah Bulan PRB Nasional tahun 2018.

Kepala BNPB Pusat Willem Rampangilei dalam sambutannya melalui pemutaran video mengatakan, bahwa upaya pembangunan kemampuan dan kapasitas penanggulangan bencana,Indonesia sudah berbuat dan sudah melanjutkan pengurangan risiko bencana, memperkuat tata risiko bencana, serta investasi BPBD, telah membangun kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

“Kita sudah mencantumkan rencana tata ruang wilayah kebencanaan,” ujarnya.

Untuk penanggulangan bencana, Indonesia telah memiliki golden time bencana, yang harus segera mendapat penanganan cepat dan segera.

 “Kita dituntut untuk selalu siap, dan upaya pengurangan risiko bencana harus dilanjutkan terus menerus secara efektif,” ujarnya pula.

Menurutnya, bencana sangat bersifat dinamis. Target pembangunan berkelanjutan tidak mungkin dicapai tanpa membangun kesiapan pengurangan risiko bencana.

Sementara itu Kabid PK BPBD Agam, Yunaidi.S  pada kesempatan mengikuti bulan PRB di Medan menyebutkan, bahwa kegiatan rutin Bulan Pengurangan Risiko Bencana perlu diikuti dan dicermati. Apalagi dalam kegiatan Bulan PRB juga ikut semua unsur pengambil kebijakan, termasuk perwakilan dari Bappeda.

“Apa yang akan kita laksanakan perlu perencanaan. Kita mesti bisa menyebarluaskan dan melaksanakan pengurangan risiko bencana untuk semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan bulan PRB Nasional 2018 di Sumatera Utara digelar dalam beberapa rangkaian kegiatan talkshow, technical event tentang penguatan tata kelola risiko, meningkatkan manajemen risiko.

Spesial session inklusifitas dalam penanggulangan bencana, platform PRB multi pihak, knowledge sharing inklusi dan disabilitas, konfergensi API-PRB, dan pengelolaan risiko bencana berbasis ekosistem termasuk menggelar data-data melalui pameran kebencanaan dan ignite stage bagi masyarakat umum. (MSM) 

BACA JUGA