Senin, 15/10/2018 17:41 WIB

Kemenkominfo Beri Penghargaan kepada Kepala Pusdatinmas BNPB

Kepala Pusat Data Informasi-dan Humas-BNPB Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi-dan Humas-BNPB Sutopo Purwo Nugroho

Bandung, sumbarsatu.com—Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPPB) Sutopo Purwo Nugroho diganjar penghargaan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonedia (ISKI) sebagai Tokoh Komunikasi Kemanusiaan dan Communicator of The Year 2018.

Selain Sutopo, Kemenkominfo juga memberikan penghargaan kepada 8 tokoh lainnnya yang diserahkan dalam acara Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) 2018 di Hotel Hilton, Bandung, Senin (15/10/2018).

Kegiatan bertajuk Komunikasi Cerdas dan Mencerahkan ini digelar khusus untuk memberikan penghargaan kepada insan komunikasi di tanah air.

Anugerah ini merupakan bentuk apresiasi kepada siapapun yang mampu mengelola informasi di ruang publik sehingga berdampak positif bagi masyarakat. Diperuntukkan bagi orang individu, kelompok/komunitas, organisasi, dan lainnya, yang menurut tim juri dapat dijadikan sebagai panutan atau contoh dalam berkomunikasi di ruang publik.

Tim juri terdiri dari para pakar media, pakar komunikasi, dan juga dari para pakar sosial media yang menilai berdasarkan unsur-unsur edukasi, pemberdayaan, pencerahan terkait dengan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Pemerintah memberikan apresiasi pada tokoh yang mempunyai kontribusi luar biasa dalam bidang ini (komunikasi). Ada komunikasi kemanusiaan, komunikasi kebangsaan, literasi, dan banyak kategori lainnya,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Niken Widiastuti dalam acara pembukaan AKI 2018.

Pemerintah, imbuh Niken, memberikan anugerah kepada para tokoh yang dengan gigih dan konsisten menggerakkan komunikasi dan informasi. Melalui kegiatan ini juga, Niken menyoroti penyebaran hoaks yang tengah menjadi masalah pelik di dunia komunikasi Indonesia.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah terus menghimbau agar masyarakat tidak menjadi bagian penyebar berita bohong atau hoaks. Masyarakat diminta untuk cerdas dalam memilah berita.

“Kita jangan ikut membuat (hoaks) dan jangan ikut menyebarkan. Banyak masyarakat aktif membuat konten dan di unggah di medsos, tapi ada yang baik ada juga tidak baik seperti menghasut memfitnah dan berita bohong,” tambah Niken.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Anugerah Komunikasi Indonesia 2018 yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, Dadang Rahmat Hidayah mengatakan langkah pemerintah dalam penyelenggaraan kegiatan ini sangat baik di tengah kondisi komunikasi saat ini. Apalagi malam penganugerahan ini memiliki banyak kategori, sehingga sebaran nilai-nilai komunikasi menjadi lebih unik dan luas.

Adapun para penerima Anugerah Komunikasi Indonesia 2018 ini adalah Kampung Cyber (Komunitas Literasi Digital), Angkie Yudistia (Tokoh Literasi Komunikasi Sosial), Muhammad TWH (Tokoh Kurator Komunikasi Jurnalistik), Kasepuhan Cipta Gelar (Komunikasi Komunikasi Haemoni Sosial), Pesantren Al Kasyaf (Komunitas Pemberdayaan Komunikasi), Michael Yarisetouw (Penggiat Komunikasi Kepemudaan), George Arnold Awi (Tokoh Komunikasi Kebangsaan), dan Mafindo (Komunikasi Komunitas Literasi Digital). (SSC/Rel)

BACA JUGA