Sabtu, 13/10/2018 22:17 WIB

Air Genangi 11 Kecamatan, Ribuan Warga Pasbar Terisolasi

Warga dari 11 kecamatan di Pasbar yang terdampak banjir mengungsi di penampungan

Warga dari 11 kecamatan di Pasbar yang terdampak banjir mengungsi di penampungan

Pasbar, sumbarsatu.com—Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat,  masuk dalam kondisi tanggap darurat bencana banjir dan longsor.

Bupati Pasaman Barat H Syahiran melalui Kabag Humas Setda Pemkab Pasbar Yosmar Difia, Sabtu (13/10/2018) menyebutkan, lokasi yang terdampak banjir dan longsor meliputi  Kecamatan Talamau, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Pasaman, Gunung Tuleh, Koto Balingka, Kinali, dan Kecamatan Ranah Batahan.

Tingginya curah hujan sejak Kamis (11/10) hingga Jumat (12/10) 2018 merendam ratusan rumah dan mengisolasi ribuan warga. Hingga Sabtu (13/10/2018) masyarakat masih berada diberbagai pengungsian meski perlahan air mulai surut. 

Hujan deras yang mengguyur dua hari ini di beberapa wilayah Kabupaten Pasaman Barat menyebabkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan. Saat berita ini ditulis, Pasaman Barat masih diguyur hujan dengan intensitas sedang. Banyak korban banjir, Pemerintah Pasaman Barat mengeluarkan masa tanggap darurat selama tujuh hari.

Menurut Yosmar, sarana dan infrastruktur terdampak cuaca ekstrem tersebut adalah meluapnya Batang Saman, Nagari Aia Gadang. Banjir dengan kedalaman saat ini 50 cm menelan satu korban jiwa tanpa identitas dan 2 buah rumah terbawa arus air.

Banjir juga merendam Taluk Pagang, Rantau Panjang Nagari Sasak Kecamatan Sasak. Banjir dengan intentitas tinggi berdampak 150 unit rumah,  125 jiwa diungsikan atau jumlah KK 602.

Di  Nagari Ujuang Gadiang Kecamatan Lembah Melintang,  banjir dengan intensitas tinggi 1,000 jiwa diungsikan. Sedangkan di Jorong Pondok Nagari Sasak dilanda banjir dengan kedalaman setengah meter.

Selain banjir, longsor terjadi di  Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, mengakibatkan dua buah rumah tertimpa longsor namun tidak ada korban jiwa.

Banjir di Kecamatan Sungai Aur beberapa titik, yakni di Jorong Koto Dalam, Jorong Bukik Harapan, Jorong Sungai Aur, Jorong Aia Haji, Jorong Tombang Pasang Hilir. Banjir juga menimpa Wono Sari Kecamatan Kinali.

Longsor juga menimpa Jorong Kapunduang, Kecamatan Kinali, menyebabkan ruas jalan tertutup,saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

Jalan yang tertimbun longsor di Rimbo Kejahatan dan Mudiak Simpang Nagari Kajai Kecamatan Talamau juga sudah bisa dilalui kendaran roda dua.

Sedangkan longsor di Tombang Mudiak Nagari Sinuruik terdampak 54 KK yang kini membutuhkan bantuan. Banjir bandang juga dialami warga di Kampung Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Jambak Jalur 1-4 Nagari Lingkuang Aua.

Genangan air yang cukup tinggi dialami warga Kapar, Nagari Kapar. Di Kecamatan Luhak Nan Duo, Tanjung Pangkal, Nagari Lingkuang Aua empat korban jiwa terbawa harus air saat ini sudah diselamatkan.

“Saat ini yang dibutuhkan warga korban banjir ialah sembako, selimut, obat-obatan, tikar, terpal, makanan untuk bayi, tenda tengungsian, dan kebutuhan lainnya seperti pelayanan kesehatan, pakaian layak pakai.

Menurut Yosmar, kendala yang dihadapi di lapangan ialah hambatan menuju lokasi masih digenangi air karena akses jalan banyak terputus.

Yosmar nengatakan, di lapangan Pemkab Pasbar, relawan PMI Pasbar, BPBD, Tim SAR, TNI, Polri, bahu-membahu bersama masyarakat secara bergontong royong membantu korban banjir dan longsor di semua kecamatan yang dilanda banjir di Pasaman Barat.

“Diperkirakan ribuan warga pada 11 kecamatan mengungsi di berbagai tempat di Pasbar sejak banjir tiba,” kata Yosmar. (SSC/SJ)

BACA JUGA