Henmaidi: Menjadi "Trainer" Tidak Mudah

-

Selasa, 09/10/2018 16:52 WIB
Trainer asal Sumatera Barat,  H.  Henmaidi, PhD menularkan ilmunya kepada puluhan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas di Kampus Jati,  Selasa (9/10/2018).

Trainer asal Sumatera Barat, H. Henmaidi, PhD menularkan ilmunya kepada puluhan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas di Kampus Jati, Selasa (9/10/2018).

 
Padang, sumbarsatu.com--Seorang trainer asal Sumatera Barat,  H.  Henmaidi, PhD menuturkan, untuk menjadi seorang trainer tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses yang sangat panjang untuk dilalui. 
 
"Butuh proses jika ingin menjadi seorang trainer," ucap Henmaidi, saat menularkan ilmunya kepada puluhan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas di Kampus Jati,  Selasa (9/10/2018).  
 
Dalam kesempatan tersebut, trainer yang juga dosen di Fakultas Teknik Universitas Andalas itu membagi ilmu cara sukses menjaditrainer handal.  Henmaidi menyebut, trik khusus yang diperlukan seorang trainer adalah merebut perhatian peserta. Jika tak mampu merebut perhatian pada lima menit pertemuan awal, selanjutnya akan gagal.  
 
"Dan hari itu menjadi nightmare, alias mimpi buruk karena tidak mampu menguasai audiens," jelasnya. 
 
Henmaidi menyebut, selama dirinya menjadi trainer, berbagai tingkah dan polah audiens yang dihadapinya. Menurut catatannya, pada sepuluh menit awal pertemuan, semangat dan konsentrasi audiens akan cukup tinggi. Setelah itu terjadi penurunan. Dan akan kembali naik pada sepuluh menit terakhir. 
 
"Di sinilah letak kepiawaian trainer. Mesti mengisi waktu-waktu kritis itu dengan joke atau game kecil agar semangat audiens tetap tinggi," jelasnya di depan dosen Ilmu Komunikasi Unand, Ernita Arif dan mahasiwa yang hadir. 
 
Henmaidi juga sempat berbagi resep sukses menjadi trainer. Menurutnya, seorang trainer harus mendesain training agar menarik. Hal yang menjadi penentu sukses yakni sarana dan alat, kompetensi, materi, serta peserta. 
 
"Training yang sukses itu di mana seluruh peserta dapat melibatkan seluruh panca inderanya," bebernya. 
 
Sementara dalam kesempatan itu, seorang mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Wiztian Yoetri mengatakan, apa yang telah disampaikan H. Henmaidi, PhD sangat bermanfaat bagi setiap mahasiswa. Dirinya berharap trainer asal Unand, H. Henmaidi, PhD mau kembali berbagi di kesempatan lain. 
 
"Sangat menginspirasi dan penting bagi kita," tukas Wiztian Yoetri yang juga calon anggota DPRD Sumbar ini. (SSC/Rel)
 

BACA JUGA