Jum'at, 21/09/2018 22:30 WIB

Daerah Transmigrasi Jadi Kampung Inggris

-

-

Barito Kuala, sumbarsatu.com--Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dijuluki Kampung Inggris. Siapa sangka, warganya mahir berbahasa Inggris merupakan produk transmigrasi.
Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PKTrans Kemendes PDTT), M Nurdin mengatakan, pengembangan skil berbahasa Inggris kawasan transmigrasi seperti yang dilakukan di Desa Karang Indah adalah produk unggulan yang akan direplikasi untuk kawasan transmigrasi lainnya. Menurutnya, pengembangan tersebut sangat penting terutama untuk kawasan yang memiliki potensi bidang pariwisata, seperti Papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kampung Inggris ini satu unggulan. Kita buktikan bahwa anak transmigrasi bisa jauh lebih maju dari anak kota. Kita buktikan, kita doakan semoga masa depan anak-anak transmigran ini cerah," ujarnya usai melantik Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Ditjen PKP2Trans dan Ditjen PKTrans di Desa Karang Indah, Jumat (21/9/2018).
Nurdin mengatakan, pelantikan beberapa pejabat yang menaungi persoalan transmigrasi tersebut sengaja digelar di Desa Karang Indah, agar para pejabat tersebut mendapatkan gambaran untuk perencanaan pengembangan transmigrasi berikutnya. Yang mana Desa Karang Indah sendiri, adalah gambaran sukses dari pengembangan transmigrasi yang juga merupakan bagian dari Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru. 
"Kita juga ingin para pejabat yang mengurusi transmigrasi ini agar lebih dekat dengan masyarakat transmigrasi. Yang mana KTM Cahaya Baru ini adalah masuk ke dalam target RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang ditarget berkembang bahkan mandiri," ujarnya.
Untuk diketahui, KTM Cahaya Baru saat ini tengah mengembangkan komoditi padi sebagai Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Dalam rangka mendukung pengembangan tersebut Kemendes PDTT memberikan bantuan 1 unit Rice Milling Unit (RMU/ penggilingan padi) senilai Rp625.650.000.
Selain itu, Kemendes PDTT juga memberikan bantuan berupa Pembangunan Jalan (DAK) sepanjang 1,5 Kilometer senilai Rp3 miliar, bantuan peralatan TK dan PAUD “Anak Bangsa” senilai Rp50 juta, pembangunan rumah jamur tiram senilai Rp92,4 juta dan bantuan sarana olahraga desa senilai Rp50 juta. 
"Rice milling ini sudah dua fase. Jadi sudah bisa menghasilkan beras yang bagus, putih, yang harganya Rp12 ribu. Rice milling ini kapasitasnya 1,2 ton per jam," ujarnya. 
Terkait Prukades, Bupati Barito Kuala,  Noormiliyani mengatakan, telah dikembangkan sesuai dengan potensi daerah berbasis agraris. Di KTM Cahaya Baru sendiri menurutnya, akan menjadi percontohan dengan menjadi lokasi peringatan hari pangan sedunia tanggal 18-21 Oktober 2018. Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo.
"Transmigrasi telah mewujudkan masyarakat yang tentram, tidak ada kecemburuan, dan tidak ada konflik dengan masyarakat lokal. Capaian pengembangan kawasan transmigrasi Cahaya Baru sejak ditetapkan sebagai KTM sampai sekarang memperlihtkan kemajuan baik dari segi legalitas, perencanaan, pembangunan, sosial maupun budaya," ujarnya. (SSC/Rel)
 
 
 

BACA JUGA