FIB Unand Gelar Pameran Karya Intelektual Minangkabau

PROGRAM INDONESIANA DALAM SAF 2018

Sabtu, 29/09/2018 09:57 WIB
Persiapan pameran “Khazanah Pengetahuan Minangkabau dalam Manuskrip dan Karya Intelektual

Persiapan pameran “Khazanah Pengetahuan Minangkabau dalam Manuskrip dan Karya Intelektual

Padang, sumbarsatu.com—Program Indonesiana yang diiniasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Ruang Kerja Budaya, Minangkabau Corner, Fakultas Ilmu Budaya Unand, dan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat yang dibalut dalam peristiwa budaya Silek Arts Festival (SAF) menggelar pameran “Khazanah Pengetahuan Minangkabau dalam Manuskrip dan Karya Intelektual”.

Pelaksanaan pemeran dimulai sejak 1- 5 Oktober 2018 di Lantai 3 Gedung Perpustakaan Universitas Andalas. Rangkaian kegiatan pameran ditutup dengan seminar sehari bertema “Silek sebagai Sumber Sastra Lisan” pada Kamis, 4 Oktober 2018 di FIB Unand.  

Menurut Sudarmoko, Koordinator Pemeran, khazanah pengetahuan yang dihasilkan oleh para ulama, penulis, sastrawan, jurnalis, dan intelektual dari Minangkabau merupakan satu kekayaan yang harus diperhatikan.

“Pemeran ini ditujukan untuk hal demikian. Mereka telah menuliskan pemikiran yang berkaitan dengan adat, budaya, agama, hukum, teknologi, pendidikan, dan bidang-bidang lainnya. Tulisan-tulisan tersebut dapat kita temui dalam tulisan tangan berbentuk manuscript atau naskah kuno hingga dalam buku yang dicetak dengan teknologi terkini,” kata Sudarmoko, Sabtu (29/9/2018) di Padang.

Lebih jauh Sudarmoko menjelaskan, materi yang akan dipamerkan meliputi foto-foto manuskrip, ekologi manuskrip, sampul buku karya penulis dan sastrawan Sumatera Barat, naskah kuno yang dikoleksi oleh beberapa lembaga dan perorangan (Studio Flash, Labor Filologi, Perpustakaan Daerah), koleksi karya-karya para penulis dan pengarang Sumatera Barat (koleksi almarhum Yusriwal, Ruang Kerja Budaya, Syarifudin Arifin), sejumlah barang yang berkaitan dengan proses kreatif AA Navis, kaset-kaset lagu dan ceramah budaya koleksi Minangkabau Corner, dan beberapa benda lainnya.

Kegiatan ini akan dibuka pada Senin, 1 Oktober 2018, pukul 14.30 WIB. Pada pembukaan ini akan dilaksanakan diskusi terbuka dan informal. Selanjutnya juga akan diadakan kegiatan workshop dan pengenalan dunia naskah dan kekayaan intelektual Minangkabau, dengan bekerja sama dengan Wikipedia. “Kegiatan ini terbuka untuk umum,” tambah Esha Tegar Putra, salah seorang panitia kegiatan ini.

Pemeran yang digagas sekaligus dikuratori Sudarmoko, dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unand yang kini sedang merampungkan doktor di Universitas Leiden Belanda. Juga, sejumlah tenaga ahli terlibat dalam pameran ini adalah M. Yusuf, Donny Eros, Esha Tegar Putra, dan Pramono, dan staf dari Perpustakaan Universitas Andalas.  

Pameran “Khazanah Pengetahuan Minangkabau dalam Manuskrip dan Karya Intelektual” melibatkan tenaga sejumlah tenaga ahli seperti M. Yusuf, Donny Eros, Esha Tegar Putra, dan Pramono, Hasanuddin, dan staf dari Perpustakaan Universitas Andalas.

“Para peminat dunia intelektual Minangkabau, terutama generasi muda, diharapkan dapat mengunjungi pameran ini. Kita dapat mengunjungi perjalanan dan kekayaan intelektual ini, sebagiannya, melalui pameran yang dikhususkan pada apresiasi dunia intelektual di Sumatera Barat,” tambah Esha Tegar Putra.

Sementara itu, Eka Meigalia, Ketua Panitia Seminar Sehari, menyebutkan, seminar akan dihadiri pembicara Dr. Seno Gumira Ajidarma (Rektor Institut Kesenian Jakarta), Prof. Dr, Bani Sudardi (Guru Besar UNS Solo), Dr. Gres Grasia Azmin (dosen UNJ Jakarta), Ediwar, PhD (dosen ISI Padang Panjang), Musra Dahrizal (budayawawan), Dr. Hasanuddin (Dosen Sastra Daerah Minangkabau FIB Unand), Dr. Khairil Anwar (Dosen Sastra Daerah Minangkabau FIB Unand), dan Dr. Pramono (Dosen Sastra Daerah Minangkabau FIB Unand). (SSC/MN)

BACA JUGA