Menteri Amran Akan Luncurkan Ekspor Manggis dari Ranah Minang

-

Kamis, 27/09/2018 09:54 WIB
Proses pengiriman manggis ke China

Proses pengiriman manggis ke China

Limapuluh Kota, sumbarsatu.com—Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dijadwalkan akan berkunjung ke Sumatera Barat, Kamis 4 Oktober mendatang. 

Menteri Amran bakal meluncurkan ekspor manggis dari rumah kemas PT Bumi Alam Sumatera, di Sawah Laweh, Nagari Tungka, Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.

"Insyaallah, Pak Menteri hadir," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Suwandi, Rabu (26/9/2018). Hal tersebut juga dibenarkan Gubernur Irwan Prayitno yang bersama Wagub Nasrul Abit, meneken undangan pelepasan ekspor itu sebelum bertolak ke Melbourne, Australia.

"Undangan yang sebelumnya diajukan PT Bumi Alam Sumatera, sudah kami kirim dan diajukan Pak Gubernur serta Wagub ke Pak Menteri," kata Chandra, Kadis Pertanian Sumbar didampingi Eki Hari Purnama, Kadis Pertanian Limapuluh Kota.

Direktur Utama PT Bumi Alam Sumatera Anggri Purnama Agung dan Direktur Kerja Sama Antarlembaga Muhammad Bayu Vesky menyebut, tahun ini, pihaknya sudah melakukan kontrak bisnis dengan pembeli manggis di China sebanyak 10.000 ton.

"Biasanya, perusahaan kami mengirim manggis ke Malaysia via Dumai. Di sana (Malaysia dan Thailand,-red), produk kita ganti label. Pemerintahan Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman, mulai tahun ini kran ekspor ke China telah dibuka," sebut Bayu Vesky.

Beberapa hari lalu, rencana pelepasan ekspor manggis oleh Mentan RI ini juga disampaikan langsung oleh Direksi PT Bumi Alam Sumatera kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal dan Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jendral Mirza Agus.

"Pak Kapolda dan Pak Danrem sangat mendukung, produk hortikultura Sumbar dikirim ke China," kata Muhammad Bayu Vesky.

Kapolda Fakhrizal secara terpisah mengaku, dengan menembus pasar China, komoditas manggis akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

"Kepolisian akan mendukung penuh, keamanan dan kenyamaman proses distribusi dan alur produksi manggis. Kami mengapresiasi, hari ini ada anak anak muda, yang mampu menembus pasar buah internasional," kata Jenderal Bintang Dua itu.

Direksi PT Bumi Alam Sumatera mengucapkan terima kasih, atas dukungan banyak pihak dalam pengiriman manggis Ranah Minang khususnya serta Sumatera, Jawa dan Bali umummya.

"Tanpa gedoran dan kerja keras pak Mentan, Karantina,Dirjen Hortikultura, serta semua komponen, sulit menembus pasar ke China," sebut Muhammad Bayu Vesky.

Untuk perdana, PT Bumi Alam Sumatera pada Kamis (27/9/2018), telah mengirim 2 ton manggis ke China via Bandara Internasional Minangkabau.

"Iya, sudah berangkat tadi pagi dan sudah kami lakukan standar pemeriksaan barang dari hulu ke hilir," kata Jhonny, Kepala Balai Karantina Padang.

Di Indonesia, Kementan mencatat, sepanjang 2018, baru ada 10 perusahaan dan rumah kemas yang dapat mengirim manggis petani secara langsung ke China dan beberapa negara tujuan ekspor. Di Sumatera, satu satunya PT Bumi Alam Sumatera. Sisanya di Jawa dan  Bali.

Adapun angka produksi manggis Sumbar dalam tahun kemarin, mengalami kenaikan.

"Di angka 35.000 ton, sesuai data BPS, untuk kualitas lokal dan ekspor," kata Kepala Dinas Pertanian Sumbar Chandra. (SSC/Rel)

BACA JUGA