Kamis, 13/09/2018 23:22 WIB

Pemkab Padang Pariaman dan Politeknik Negeri Padang Bersinergi

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni lakukan kerja sama peningkatan pendidikan warga Padang Pariaman dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui penandatangan MoU, Rabu (12/9/2018) di Aula PNP di Gedung C.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni lakukan kerja sama peningkatan pendidikan warga Padang Pariaman dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui penandatangan MoU, Rabu (12/9/2018) di Aula PNP di Gedung C.

Padang Pariaman, sumbarsatu.com--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni lakukan kerja sama peningkatan pendidikan warga Padang Pariaman dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui penandatangan MoU, Rabu (12/9/2018) di Aula PNP di Gedung C.

Penandatangan MoU disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Rahmag, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Padang Pariaman Erman, Kabag Pemerintahan Umum Rudi Rilis, Kabag Humas dan Protokol, Andri Satria Masri, Sekretaris BPKD Tasli Leter, Kabid PNPF Disdikbud Suhatman, Kabid Sosbud Bapelitbangda Armen.

Dari pihak PNP, hadir Wakil Direktur 1 Drs. Albar, M.Kom, Dosen PNP, Wakil Direktur 2 dan 3, Ketua Senat, dosen dan mahasiswa asal Padang Pariaman yang sudah diterima dalam jalur khusus kerjasama.

Bupati Ali Mukhni menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin dengan PNP merupakan amanah dari visi Padang Pariaman yang hendak mencerdaskan warga Padang Pariaman.

"Saya punya tekad, tak satupun warga Padang Pariaman yang tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi," katanya tegas.

Untuk itu, katanya melanjutkan, berbagai upaya dilakukan Pemkab Padang Pariaman untuk meningkatkan mutu pendidikan masyarakatnya. "Salah satunya adalah melalui penandatangan MOU ini," tukuknya.

Sebelumnya, kerjasama serupa pernah dilakukan dengan Universitas Negeri Padang dan Universitas Taman Siswa Padang. Ali Mukhni meyakini bahwa pendidikan adalah solusi pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan.

"Saya meyakini bahwa dengan bekal pendidikan membuat manusia bisa bertahan hidup di dunia yang penuh kompetensi seperti saat ini," katanya.

"Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan, tidak akan tergilas oleh roda zaman," katanya mengingatkan.

Terlihat juga hadir 28 orang mahasiswa asal Padang Pariaman yang diterima melalui jalur kerjasama Pemkab Padang Pariaman dengan PNP.

Kepada 28 mahasiswa tersebut Ali Mukhni berpesan agar dapat mematuhi semua aturan yang diberlakukan di PNP. "Jaga nama baik daerah Kab. Padang Pariaman," tukuk pesannya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur PNP, Surfa Yondri menyampaikan rasa gembiranya dengan dilakukannya kesepakatan dengan Pemkab Padang Pariaman.

"Kami berharap ini menjadi pilot project kerjasama serupa dengan pemerintah kota dan kabupaten lainnya di SUmbar," harapnya.

Surfa menjelaskan bahwa sistem pendidikan di PNP fokus kepada sistem vokasi. Sehingga PNP menjadi satu perguruan tinggi di Sumbar yang tidak bersaing dengan perguruan tinggi yang sudah lebih dahulu lahir, seperti Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol. "Kami saling menguatkan antara Unand, UNP dan UIN," katanya.

Surfa juga menjelaskan bahwa tahun 2018, peminat yang ingin masuk PNP sebanyak 24.000 orang. Sementara yang diterima hanya 1.300 orang.

"Ini kami lakukan karena kami ingin mempertahankan mutu lulusan PNP sehingga kami menerapkan One Man One Tool," katanya menjelaskan.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus menyediakan sarana prasarana pendidikan untuk 1 mahasiswa 1 alat bantu pendidikan. Sehingga target mutu lulusan PNP dapat dipertanggungjawabkan.

"Ini juga diikuti dengan aturan, etika dan disiplin Kehadiran mahasiswa," jelasnya lagi.

Terkait dengan rencana pemindahan PNP ke Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City, Surfa menjelaskan bahwa saat ini proses pensertifatan sedang berlangsung.

"Insya Allah, tahun 2019 akan dianggarkan pembuatan Master Plan dan penggantian tanaman yang masuk dalam kewajiban kami di Tarok," katanya menutup. (SSC)

BACA JUGA