Kebakaran Hebat Hanguskan MDA dan Rumah Warga di Nagari Gaduik

-

Rabu, 05/09/2018 23:41 WIB
Kebakaran hebat menghanguskan gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Masjid Nurul Iman dan satu unit rumah permanen berikut mobil dan sepeda motor di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam, Rabu (5/9/2018) dini hari

Kebakaran hebat menghanguskan gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Masjid Nurul Iman dan satu unit rumah permanen berikut mobil dan sepeda motor di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam, Rabu (5/9/2018) dini hari

Tiatang Kamang, sumbarsatu.com- Kebakaran hebat menghanguskan gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Masjid Nurul Iman dan satu unit rumah permanen berikut mobil dan sepeda motor di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam, Rabu (5/9/2018) dini hari

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Puluhan santri kehilangan tempat mengaji dan dua kepala keluarga (KK) dengan enam jiwa, juga kehilangan tempat tinggal.

Korban yang sudah tertidur di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun, tak satu pun barang berharga dapat diselamatkan, membuat anggota keluarga ini cukup histeris dan trauma.

Wali Jorong PGRM, Jayusman menyebutkan, rumah yang terbakar itu milik Armen Datuak Tan Gagah. Satu unit mobil bernomor polisi BA 1466 LK, yang terparkir di halaman gedung diduga warga sebagai sumber api. Setelah menghanguskan mobil, api diduga menjalar ke dalam kelas MDA.

“Susunan meja dan bangku yang terbuat dari kayu, membuat api cepat membesar, dan menghanguskan kedua bangunan,” ujarnya.

Menurut Jayusman, kerugian bisa ditaksir mendekati angka satu miliar rupiah. Sebab tak satu pun barang yang dapat dielamatkan dari amukan si jago merah.

“Buku dan peralatan para santri semuanya ludes. Ada mobil dan sepeda motor yang hangus, belum lagi nilai bangunan dan isi warung, kalau ditotalkan bisa mencapai satu miliar,” ujarnya menjelaskan.

Api baru dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran dibantu beberapa mobil penyedia jasa air bersih milik warga berjibaku menjinakkan api.

Setelah api padam, polisi yang juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) langsung memasang garis polisi. Kejadian itu masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (MSM)

BACA JUGA