Rabu, 22/08/2018 19:03 WIB

Lomba Gema dan Tabuh Beduk Takbiran Meriahkan Malam Takbiran di IKK

-

-

Parit Malintang, sumbarsatu.com--Siar gema takbir Hari Raya Iduladha tahun 2018 di Padang Pariaman terasa lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu disebabkan tahun 2018 pelaksanaan malam takbiran menyambut Iduladha dimeriahkan dengan Lomba Gema dan Tabuh Beduk Takbir di ibu kota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman di Parit Malintang, Selasa (21/8/2018).

Malam itu hall IKK dipadati Tim Gema dan Tabuh Bedug Takbir dari 13 kecamatan masing masing dipimpin Camat dan rombongan pendukungnya.

Turut hadir menyaksikan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan itu, Bupati Ali Mukhni, Wabup Suhatri Bur, Kapolres Padang Pariaman Rizky Nugroho, Sekda Jonpriadi, Asisten, Kabag, Kepala OPD, Ketua GOW dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutan resminya, Bupati Ali Mukhni menyambut baik dan senang dengan kemeriahan malam takbiran tahun 2018 ini.

"Kegiatan lomba ini merupakan saran pendapat dari Kepala Kantor Kemenag Padang Pariaman Helmi. Kami menyambut baik dan menyelenggarakannya malam ini. Alhamdulillah, malam takbiran kita tahun ini terasa beda dan lebih meriah," katanya senang.

"Kita harapkan kegiatan ini dapat lebih mensiarkan dan menyemarakkan malam takbiran di Padang Pariaman," sambungnya.

Bupati calon kuat Gubernur Sumbar itu juga mengajak jemaah malam takbiran dan masyarakat Padang Pariaman untuk meningkatkan ibadah, infaq dan sadaqah serta selalu memanjatkan doa agar Kabupaten Padang Pariaman selalu diberkahi dan dihindari bencana oleh Allah Swt.

Ali Mukhni juga meginformasikan rencana dirinya untuk mengunjungi Lombok guna mengantarkan sumbangan masyarakat dan PNS Pemkab Padang Pariaman. Untuk itu, dia masih membuka kesempatan bagi yang ingin membantu masyarakat Lombok yang sedang terkena bencana gempa bumi.

"Saat ini sudah terkumpul sumbangan sebesar Rp100 juta. Kami masih menunggu sampai hari Kamis besok bagi masyarakat yang ingin ikut menyumbang," ajaknya.

Ali Mukhni menjelaskan bahwa kondisi yang dialami Lombok pernah dirasakan Padang Pariaman sebagai daerah terparah mengalami musibah gempa bumi tahun 2009 lalu.

Untuk itu dia mengetuk hati semua yang ikut prihatin dan peduli pada masyarakat Lombok, seperti juga yang dilakukan daerah lain terhadap Padang Pariaman tahun 2009 lalu.

Dalam laporan Ketua Pelaksana, Irsyaf Bujang yang juga Kabag Kesra menjelaskan bahwa kegiatan malam takbiran yang dirangkai dengan lomba tabuh bedug itu diikuti oleh 13 utusan dari kecamatan.

"Minus empat kecamatan, yaitu Ulakan Tapakis, Padang Sago, VII Koto dan 2 x 11 Kayu Tanam," paparnya.

Irsyaf juga menjelaskan bahwa kegiatan twrsebut didukung oleh Baznas Padang Pariaman dalam penyediaan hadiah untuk pemenang.

"Kita ucapkan terima kasih kepada Baznas Padang Pariaman yang sudah membantu panitia menyediakan hadiah untuk pemenang," katanya menutup.

Penampilan peserta malam itu cukup variatif dalam menampilkan kreasi gema takbir dan tabuh bedug. Seperti yang ditampilkan oleh Tim Kecamatan Lubuk Alung. Pembacaan takbirnya diberi sedikit kreasi ditambah instrumen musik pada tabuhan bedug.

Penampilan Tim Kecamatan Lubuk Alung mendapat perhatian khusus dari penonton hingga akhirnya ditetapkan sebagai juara 1. Berturut turut juara 2 dan 3 Kecamatan Enam Lingkung dan Batang Anai.

Pada kesempatan lain, tokoh masyarakat Padang Pariaman yang juga guru besar UIN Imam Bonjol Padang mengapresiasi lomba yang digelar Pemkab Padang Pariaman memeriahkan malam takbiran.

"Saya apresiasi dengan kegiatan lomba gema dan tabuh bedug takbiran yang digelar Pemkab Padang Pariaman. Kegiatan ini turut mensiarkan agama Islam sehingga lebih menyemarakkan malam takbiran di Padang Pariaman," katanya usai menjadi Khatib shalat Id di lapangan IKK (22/08).

Dia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan pada malam takbiran tahun tahun berikutnya. (SSC)

 

BACA JUGA