16 Orang Suku Anak Dalam Lanjutkan Tradisi Buang Sial

-

Kamis, 16/08/2018 14:51 WIB
Sebanyak 16 orang Suka Anak Dalam (Kubu) asal Muaro Bungo, Provinsi Jambi berada di Sago, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sebanyak 16 orang Suka Anak Dalam (Kubu) asal Muaro Bungo, Provinsi Jambi berada di Sago, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Pessel, sumbarsatu.com--Sebanyak 16 orang Suka Anak Dalam (Kubu) asal Muaro Bungo, Provinsi Jambi berada di Sago, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Mereka berjalan kaki ratusan kilometer hendak membuang sial selama tiga bulan, sebab salah seorang keluarga mereka meninggal dunia, Kamis (16/8/2018).

Pantauan sumbarsatu di lapangan, kondisi mereka tampak lemas dan lelah tersebab sudah 32 hari mereka menjalani adat membuang sial dengan berjalan kaki.

Dalam rombongan tersebut terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Sejumlah warga terlihat memberikan bantuan berupa roti dan nasi siap saji.

Tagang, berusia 67 tahu, sebagai pimpinan mereka ini, mengatakan, ia bersama rombongan keluarganya berangkat dari salah satu hutan di Mauro Bungo sejak tiga pekan belakang menuju Sumbar.

"Perjalanan panjang itu untuk menjalankan tradisi membuang sial," kata Tagang.

Dalam tradisi adat Suku Anak Dalam, apabila ada anggota keluarga yang meninggal wajib menjalankan adat membuang sial. Caranya satu keluarga besar keluar dari hutan dan berjalan ritusan kilometer untuk membuang sial.

"Kami harus keluar dari hutan selama tiga bulan. Kalau tidak ditepati, maka kami harus membayar kepada kepala suku di sana," ujarnya berlogat Jambi.

Tagang menambahkan salah seorang keluarganya meninggal. Sebagai ketua kelompok, ia memimpin rombongan keluarga besarnya untuk menjalankan buang sial. Rute yang ditempuh mulai dari Muaro Bungo hingga ke Sumbar.

"Sebenarnya kami ke Sumbar ini hanya singgah sebentar dan langsung akan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Muaro Bungo," ujarnya lagi.

Perjalanan panjang ini membuat anggota keluarga yang ikut tradisi membuang sial ada yang jatuh sakit dan lemah gemulai. (MIN)

BACA JUGA