Donasi untuk Arif dan Khairul Mengalir Perlahan

-

Selasa, 14/08/2018 16:00 WIB
Khairul Amal  El Hifzi ( 19) dan  Arif Rahmatul Aji (19)

Khairul Amal El Hifzi ( 19) dan Arif Rahmatul Aji (19)

Padang Panjang, sumbarsatu.com—Donasi untuk Arif dan Khairul yang lulus di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir mengalir perlahan. Sumbangan datang dari perantau Minang di Malaysia dan Jakarta. Selain itu juga dari warga Sumatera Barat.

Dilihat dari dana yang dibutuhkan masing masing Rp30 juta untuk ke Mesir, itu setelah dihitung masih belum sepertiganya terkumpul. Masing masing baru menerima sumbangan Rp3 juta.

"Ya,  sekitar Rp3 jutaan sudah  kami terima masing masing.  Baik langsung maupun lewat rekening," kata Khairul dan Arif, Selasa, (14/8/2018), di Dinas Kominfo Padang Panjang.

Menurut mereka proposal yang diantarkan ke Baznas Provinsi, Baznas Padang Pariaman dan Dompet Duafa Singgalang belum ada kabar.

Sementara itu, kata Khairul proposal ke PT.Semen Padang diminta datang  wawancara awal September. Menurut Arif nanti pihak Semen Padang yang akan menelfon mereka. Nomor Hp Arif : 082284363240 dan telp Khairul 082388498849. 

Donasi dari Malaysia dan Jakarta dikirim donatur  ke : Rek. BRI a/n. Arif Rahmatul Aji no. 546201011499534 dan Rek BRI  Khairul Amal El Hifzi no. 546201011143531 a/n nomor Syatrul Hafzi ayahanda Khairul.

Arif lulusan MAN 2 Lima Kaum, Batusangkar dan juga Santri Pesantren Darul Ulum Padang Magek, Tanah Datar. Sedangkan  Khairul siswa MAKM Kauman Padang Panjang.

Mereka terhitung tamat 2018 dan lulus tes untuk kuliah ke Mesir.  Karena itu kepada donatur yang ingin membantu diharap sangat uluran tangannya.

Saat ini Khairul Amal  El Hifzi ( 19) dan  Arif Rahmatul Aji (19) harap-harap cemas. Keduanya diterima di  Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Namun kedua tidak punya uang. Jika mengharapkan dari orangtua mereka saja tidaklah akan tercapai. 

Khairul  baru bisa mengumpulkan uang Rp7 jutaan. Sedangkan Arif baru Rp 4 juta. Pengakuan keduanya, uang tersebut pun berasal dari sumbangan orang-orang yang peduli kepada mereka. Sedangkan biaya ke Mesir diperlukan masing masing sekitar Rp30 juta.

Untuk mencukupi kekurangan itulah diperlukan donasi dari masyarakat luas.

Kairul merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Syatrul Hafzi –Triwales Asih Indriani. Syatrul bekerja sebagai mekanik kecil-kecilan, sedangkan istrinya hanyalah seorang ibu rumahtangga.

Sementara Arif anak  ke enam dari tujuh bersaudara pasangan suami istri  Ajirin dengan Mawarni Murni. Ajir hidup bertani di Lubuk Napa, Anduring, Kayutanam. Ibunda Arif hanyalah seorang ibu rumahtangga dan dalam keseharian membantu suaminya sebagai petani di ladang. (SSC)

BACA JUGA