Gerakan Bersih-bersih, Sumbar Hasilkan 2.392 Ton Sampah Setiap Hari

WORLD CLEANUP DAYA 15 SEPTEMBER, MARI BERGABUNG

Sabtu, 11/08/2018 06:40 WIB
Gerakan World Cleanup Day (WCD) melibatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat untuk membebaskan sampah di aplanet Bumi ini. Pada 15 September yang akan datang merupakan

Gerakan World Cleanup Day (WCD) melibatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat untuk membebaskan sampah di aplanet Bumi ini. Pada 15 September yang akan datang merupakan "Hari Bersih Sampah Sedunia". Sementara ini, Provinsi Sumbar menghasilkan 15 ton sampah setiap hari (Foto WCD)

Padang, sumbarsatu.com—Let’s Do It World adalah gerakan global yang menghubungkan orang-orang dan organisasi di seluruh dunia dengan tujuan membuat planet bersih dan bebas dari sampah. Untuk Provinsi Sumatera Barat, setiap hari menghasilkan sampah sebanyak 2.392 ton sampah.

Sebagai inisiator World Cleanup Day (WCD) melawan sampah ilegal dengan mengorganisasikan satu hari cleanup pada 15 September 2018 melibatkan 150 negara dari seluruh dunia. Sebanyak 380 juta penduduk atau sekitar 5 persen dari populasi di dunia diharapkan dapat terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah serentak ini.

Menurut Nurul Haqiqi, mewakili dari PR dan Marketing World Cleanup Day (WCD) Regional Sumatera Barat,  saat ini ada 1,3 miliar ton sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap tahunnya tapi hanya 258-368 juta ton sampah yang berakhir di 50 tempat penampungan sampah terbesar.

“Di mana sisa sampah yang lainnya? Itu semua tersebar di sungai, di laut, dibakar secara terbuka, tersebar di jalan-jalan di perkampungan dan perkotaan,” kata Nurul Haqiqi kepada sumbarsatu.com, Sabtu (11/8/2018).

Dikatakannya, Indonesia perlu turut ambil bagian dari yang akan dilakukan oleh dunia internasional melalui World Cleanup Day. World Cleanup Day merupakan sebuah momentum yang mempersatukan masyarakat Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia dari berbagai latar belakang baik agama, suku, budaya, antargolongan maupun bahasa yang berbeda.  

Gerakan World Cleanup Day bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah di Indonesia.

“Menjadi sebuah gerakan yang masif untuk membuat Indonesia bersih dan bebas dari sampah serta mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan cinta lingkungan yang berkelanjutan,” terangnya.

Dari informasi yang dihimpum, kondisi sampah di Indonesia saat ini sebanyak 175.000 ton  setiap hari tapi yang sampai ke TPA hanya 64 juta ton setiap hari atau 69 persen sisanya ke sungai dan laut. “Indonesia peringkat kedua penyumbang sampah ke lautan dunia.”

Sementara di Sumatera Barat pada tahun 2017 Dinas Lingkungan Hidup mencatat volume sampah di provinsi ini mencapai 2.392 ton per hari.

“Perihal ini tentunya kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Aksi harus direalisasikan demi pemecahan permasalahan tersebut,” ajaknya.

Sampah menjadi topik yang tidak pernah hentinya di perbincangkan. Semakin menumpuknya sampah menimbulkan dampak serius bagi keberlangsugan kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Sumatera Barat menargetkan 5 persen dari penduduknya untuk melakukan aksi bersih sampah dengan melibatkan 19 kabupaten dan kota. Sumatera Barat menjaring aksi dengan cara mengajak komunitas yang berbasis lungkungan untuk bergabung dan membuat relasi dan menyebarkan lagi info tentang WCD ke masyarakat luas, serta salah satu pr0gramnya adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahayanya sampah dan cara mendaur ualng sampah jadi sesuatu seni yang berharga.

Untuk bergabung dengan gerakan WCD bisa langsung hubungi kontak person yang ada di akun Instagram WCD_Sumbar.

Sebelum gerakan bersih-bersih serentak pada 15  September mendatang, kampanye-kampanye tentang sampah tetap di lakukan di antaranya pembentukan leader kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera arat. Aksi peduli lingkungan bersih-bersih sampah setiap hari Minggu di daerah-daerah yang dianggap sangat minim pengetahuan masyarakatnya tentang sampah.

“Selain memilih dan bersih sampah serta sosialisasi kepada masyarakat juga dilaksanakan kepada masyarakat sekitar dan pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya dan menjelaskan tentang pengolahan sampah-sampah tersebut,” ujar Nurul. (SSC/Rel)

BACA JUGA