Kamis, 09/08/2018 21:24 WIB

Lomba Cipta dan Baca Puisi Bertema Penyelamatan Danau Maninjau

Salah seorang peserta sedang membacakan puisi bertema penyelematan Danau Maninjau

Salah seorang peserta sedang membacakan puisi bertema penyelematan Danau Maninjau

Agam, sumbarsatu.com- Lomba Cipta dan Baca Puisi bertemakan Save Maninjau, bagi siswa tingkat SMA/MTs se-Kabupaten Agam, di Objek Wisata Muko-Muko, Kamis (9/8/2018), untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap keselamatan Danau Maninjau.

Demikian antara lain disampaikan Bupati Agam, diwakili Asisten III Setda Agam, Dafrines dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut.

Menurutnya, puisi ini sebagai upaya untuk menyentuh kepekaan rasa kepedulian masyarakat terkait keselamatan danau khususnya di Maninjau, Agam pada umumnya.

“Mudah-mudahan puisi yang tercipta dari acara ini mampu menggugah perasaan kita agar lebih memperhatikan keselamatan Danau Maninjau. yang akan diwariskan untuk anak cucu kita nantinya,” ujarnya.

Dengan tema yang diangkat dalam puisi itu, telah memberikan kesempatan dan peluang besar kepada siswa agar lebih mengenal dan mengetahui lebih jauh tentang #SaveManinjau.

Dafrines berharap, kegiatan itu digelar setiap tahun dengan pesertanya diperluas hingga tingkat SMA, sehingga Agam mampu melahirkan siswa yang berpotensi dan berkarakter di masa mendatang.

Kepala Arsip dan Perpustakaan Agam, M. Arsyid menyebutkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan, di mana tahun ini sengaja dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya.

“Biasanya kegiatan ini kita gelar di kantor Arpus Agam, namun saat ini kita gelar di objek wisata Muko-Muko agar tema yang diangkat sesuai dengan kawasan tempat pelaksanaan,” ujarnya.

M. Arsyid mengatakan, lomba yang diikuti 23 peserta, diharapkan nanpu melahirkan rasa kepedulian siswa terhadap keselamatan Danau Maninjau, dan dapat menggugah rasa kepekaan masyarakat, baik di salingka danau maupun di Kabupaten Agam.

Puisi dibaca peserta dengan mimik yang prihatin terkait kondisi danau, di mana dalam syairnya menyebutkan, bagaimana nasib danau kami, sementara melalui penelitian danau ini akan jadi danau mati kalau tidak cepat ditangani.

“Rinuak tidak dapat lagi kami peroleh- pensi sudah susah didapat- ikan-ikan banyak yang mati,” ujar salah seorang peserta membacakan puisinya. (MSM)

Salah seorang peserta sedang membacakan puisi bertema penyelematan Danau Maninjau

BACA JUGA