Dua Anak Hebat dari Ranah Minang Ini Butuh Dana Kuliah ke Mesir

WARTAWAN SUMBAR SUDAH MULAI GALANG DANA

Rabu, 08/08/2018 08:49 WIB
Khairul Amal  El Hifzi dan  Arif Rahmatul Aji

Khairul Amal El Hifzi dan Arif Rahmatul Aji

Padang Panjang, sumbarsatu.com—Dua anak hebat dari Ranah Minang ini lulus di Universitas Al-Azhar Mesir. Keduanya, Khairul Amal  El Hifzi dan  Arif Rahmatul Aji, dua santri asal Kayutanam, Padang Pariaman, sukses menyingkirkan 7.000 lebih calon mahasiswa yang berminat kuliah di universitas top ini. Capaian yang sangat layak diapresiasi.

Kendati tembus di Universitas Al-Azhar, tapi tak sejalan dengan kemampuan ekonomi keluarga untuk membiayai keduanya menuntut ilmu di Negeri Piramida itu. Mereka butuh uluran tangan agar keduanya bisa menuju Universitas Al-Azhar untuk mewujudkan cita-citanya.

Kemarin, Selasa (7/8/2018), sejumlah wartawan di Sumatera Barat, menunjukkan kepedulian untuk meringankan beban Khairul Amal  El Hifzi dan Arif Rahmatul Aji tapi dana bantuan yang terkumpul masih jauh dari harapan.

“Untuk itu, diharapkan ada pihak lain atau individu yang rela berdonasi untuk kedua santri ini agar keduanya bisa berangkat ke Mesir,” kata Syamsudarman, Ketua PWI Padang Panjang yang berinisiatif menggalang dana untuk biaya keberangkatan Khairul dan Arif, Rabu (8/8/2018).  

Sesuai jadwal yang diterima Khairul dan Arif, keduanya rencana berangkat ke Mesir pada September mendatang.

Penggalangan dana untuk kuliah kedua anak hebat ini, menurut Syamsudarman, masih belum cukup. “PWI Padang Panjang hanya membuka jalan dan semoga bisadiikuti pihak lainnya.”

Menurut Sekretaris PWI Padang Panjang, Irelisofa Datuak Tan Majo Lelo di Kantor Dinas Kominfo Padang Panjang, untuk Padang Panjang pengumpulan dana dipercayakan kepada Ampera Salim, Sekretaris Diskominfo Padang Panjang. Untuk Padang dan Batusangkar donasi bisa dikirimkan kepada Atviarni wartawan Haluan Padang ke Bank Mandiri  Rekening 111 000 997 1611.

Seperti diberitakan, Khairul tamatan MAKN Muhammadiyah, Kauman Padang Panjang dan Arif tamatan MAN 2 Lima Kaum, Batusangkar dan juga Santri Ponpes Darul Ulum Padang Magek, Tanah Datar. Mereka sama tamatan tahun 2018 dan lulus tes ke Universitas Al-Azhar Mesir, pada 30 Juni 2018 lampau.

Tahap awal, untuk biaya keberangkatan ke Mesir, masing-masing perlu biaya sekitar Rp30 juta. Sementara mereka keluarga kurang mampu. Untuk mendapatkan biaya itulah, keduanya berkonsultasi ke Dinas Kominfo dan juga bertemu Ketua PWI Padang Panjang Syamsudarman, yang menulis berita mereka di Harian Singgalang.

Baik Syamsudarman maupun Irelisofa, mengaku dana bantuan yang digalang masih jauh dari harapan.

"Kita hanya berpartisipasi. Semoga saudara kita dari berbagai profesi bisa lebih banyak membantu Arif dan Khairul. Sehingga mereka bisa ke Mesir dengan tenang," kata Syamsudarman.

Dilansir situs berita daring pasbana.com, Khairul Amal El Hifzi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami-istri Syatrul Hizi –Triwales Asih Indriani. Syatrul bekerja sebagai mekanik kecil-kecilan, sedangkan istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Arif Rahmatul Aji anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Ajirin dengan Mawarni Murni. Ajir hidup bertani di   Lubuk Napa, Anduring, Kayutanam. Ibunda Arif hanyalah seorang ibu rumah tangga dan dalam keseharian membantu suaminya sebagai petani di ladang.

Semenjak dinyatakan lulus di Universitas Al Azhar melalui Kementerian Agama RI 30 Juni 2018 lalu, keduanya benar-benar bangga. Tidak mudah untuk lulus. Keduanya bersaing dengan 7.000-an calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, setelah mendaftar secara daring Khairul menjalani ujian tertulis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan Arif mengikuti tes di UIN  Susqa Riau di Pekanbaru dan dinyatakan lulus.

Namun di balik rasa bangga kelulusan  itu, baik Khairul dan Arif terkendala dengan biaya kuliah yang diperlukan.

Pengakuan Arif dan Khairul, saat ini paspor sudah mereka siapkan termasuk persyaratan lain yang dibutuhkan.

Arif Rahmatul Aji terbilang anak berprestasi. Tahun 2017 Arif merupakan juara pertama lomba musabaqah fahmil Quran pada pekan musabaqah kampus (PKMK) tingkat SLTA se-Sumatra Barat.

Di tahun yang sama Arif  terbaik dua MTQ Smanssu Gempati Muharram ke-6 tingkat SLTA se-Sumbar dan juara pertama Olimpiade Toafl dalam lomba bertema Opitimalisasi dan eksistensi bahasa Arab dan seni berbahasa dan berbudaya di bumi Minangkabau.

Tidak jauh beda dengan Khairul. Ia berhasil menampatkan pendidikan di MAKN Kauman Padang Panjang dengan nilai rata-rata 83 dan dari bangku kelas I sampai III di Kauman, berkali-kali juara kelas diraihnya.(SSC/*)

BACA JUGA