Gas Elpiji Menghilang, Warga Tarusan Masak Pakai Tungku

PEMKAB PESSEL BARUI AKAN MULAI BERGERAK

Selasa, 07/08/2018 22:12 WIB
Sebagian warga Kecamatan XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mulai beralih menggunakan tungku dan kompor (sumbu) untuk kebutuhan memasak sehari-hari karena, gas elpiji 3 kg sudah menghilang sejak dua hari belakangan ini.

Sebagian warga Kecamatan XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mulai beralih menggunakan tungku dan kompor (sumbu) untuk kebutuhan memasak sehari-hari karena, gas elpiji 3 kg sudah menghilang sejak dua hari belakangan ini.

Pessel, sumbarsatu.com--Sebagian warga Kecamatan XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mulai beralih menggunakan tungku dan kompor (sumbu) untuk kebutuhan memasak sehari-hari karena, gas elpiji 3 kg sudah menghilang sejak dua hari belakangan ini.

Salah seorang warga karang, Nagari Kapuah Utara, Kecamatan XI Tarusan, Linda (36) mengatakan, gas 3 kg sudah dua hari hilang di tingkat pengecer dan sejumlah pangkalan.

"Maka kami sebagian warga terpaksa memasak pakai tungku dan kayu bakar. Meskipun matangnya lambat terpaksa dilakukan dari pada tidak makan," kata Linda kepada sumbarsatu, Selasa (7/8/2018).

Ia mengaku sudah menanyakan kepada pangkalan di dekat rumahnya. Ia melihat sendiri gas itu masih tersedia namun pemilik pangkalan tetap berdalih tidak ada alias kosong.

"Saya tak tahu apa alasannya berbohong begitu. Kalaupun tersedia, harganya mencapai Rp27 hingga Rp30 ribu per tabung untuk ukuran 3 kg. Ini harus ditertibkan," keluh Linda lagi.

Tidak hanya Linda, Upik (65) merupakan warga Iliah, Nagari Kapuah. Ia bersama warga lainnya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pessel untuk turun ke lapangan mengatasi kelangkaan gas 3 kg dan memperketat pengawasan distribusinya.

Selain itu penegak hukum juga harus menindak tegas pengusaha yang telah melakukan penimbunan gas isi 3 kg.

"Dan harganya juga harus kembali normal seperti biasa pada kisaran angka Rp17 ribu, hingga Rp 18 ribu per tabung," ungkapnya.

Dampak, menghilangnya gas elpiji juga dirasakan penjual goreng Pasar XI Tarusan, Mas Hendri (37), ia bersama sejumlah penjual gorengan terpaksa berhenti berjualan karena gas 3 kg hilang di pasaran.

"Sebab, sejumkah pangkalan sengaja menumpuk, apa alasan dari pangkalan kami pun tak tau," ujarnya.

Kabag Perekonomian (Perek) Kabupaten Pessel, Rosdi menanggapi, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk mencari tahu kenapa gas elpiji 3 kg menghilang.

"Kalau memang benar sejumlah pangkalan menumpuk atau sengaja tidak mau menjual kepada warga, maka akan kita tidak, sebab ini sudah mengangkangi aturan," kata Rosdi.

Saat ditanya, sanki apa yang akan diberikan jika kedapatan pangkalan sengaja tak menjual kepada warga, sayangnya pihaknya belum bisa memberikan jawaban tentang sanksi, yang jelas ditindak, ungkapnya Rosdi dengan nada geram. (MIN)

BACA JUGA