Pembukaan Lokakarya Tari Marsini Komunitas Budaya Balingka Meriah

-

Selasa, 07/08/2018 21:58 WIB
Tari tradisional Minangkabau yang dibawakan anak-anak Marsini Komunitas Budaya (MKB) Balingka, Senin (6/8/2018) sore mengawali lokakarya MKB di Balingka, Kecamatan IV Koto Agam, berlangsung meriah.

Tari tradisional Minangkabau yang dibawakan anak-anak Marsini Komunitas Budaya (MKB) Balingka, Senin (6/8/2018) sore mengawali lokakarya MKB di Balingka, Kecamatan IV Koto Agam, berlangsung meriah.

Balingka, sumbarsatu.com—Penampilan tari tradisional Minangkabau yang dibawakan anak-anak Marsini Komunitas Budaya (MKB) Balingka, Senin (6/8/2018) sore mengawali lokakarya MKB di Balingka, Kecamatan IV Koto Agam, berlangsung meriah.

Tari galombang dibawakan anak-anak MKB Nagari Balingka dihadirkan menyambut kedatangan Ditta Miranda dan Rianto, keduanya narasumber lokakarya serta diikuti tetamu undangan.

Mereka diarak menuju lokasi tempat pembukaan lokakarya tari MKB diringi dengan tabuh gendang dan berbagai alat musik tradisional lainnya. Lalu tetamu undangan disuguhkan kembali dengan rangkaian tari lainnya oleh anak-anak MKB. Lokakarya ini berlangsung hingga 11 Agustus mendatang.

Armen, Wali Nagari Balingka juga sekaligus penasihat MKB Balingka secara resmi membuka lokakarya ini.

“Nagari Balingka bersama perangkatnya, tokoh dan ninik mamak, serta masyarakat, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi MKB Balingka. Kegiatan ini layak diapresiasi sebagai wujud memperkenalkan kembali kesenian tradisi Minangkabau kepada anak-anak Nagari Balingka,” kata Armen.

Dia berharap, kegiatan seperti ini juga dapat diselenggarakan di jorong-jorong lain di Nagari Balingka, tidak hanya di Jorong Koto Hilalang ini saja tapi juga bisa dilakukan di Jorong Pahambatan atau Subarang.

“Semoga di masa yang akan datang, kegiatan ini bisa diperluas dengan mengundang komunitas-komunitas seni yang ada di Balingka dan sekitarnya. Pemerintahan Nagari Balingka siap mendukung,” harap Armen.

Sementara itu, salah seorang ninik mamak Nagari Balingka, Syuhendri Datuak Siri Marajo menilai, kegiatan lokakarya ini sebagai salah satu upaya mendekatkan khasanah budaya tradisi Minangkabau kepada anak-anak MKB Balingka.  

“Kesempatan yang jarang didapatkan oleh anak-anak di luar sana. Apalagi dengan kondisi anak-anak saat ini yang lebih asyik dengan gawai mereka. Kegiatan ini sedikit banyak akan mengurangi waktu yang hanya dihabiskan melihat gawai saja,” kata Syuhendri yang juga salah seorang Komunitas Anak-anak Tanah Ombak di Padang.

Ditta Miranda, penari dunia yang juga mempunyai darah Minang ini turut bangga menjadi bagian dari kegitan ini. Ia berharap dengan adanya acara ini, masyarakat lebih terbuka dengan dunia lain.

“Karena, dalam lokakarya nanti kita akan memperkenalkan kesenian (tari) dari negara lain, biar masyarakat tahu bahwa selain tari tradisional ada banyak jenis tari lainnya, agar pikiran lebih terbuka karena seni menyangkut cara hidup masyarakat lain,” jelas Ditta.

Rianto sendiri tidak hanya mengapresiasi acara yang digagas oleh Indra Zubir ini. Rianto juga mengapresiasi keelokan alam Nagari Balingka.

“Lokakarya ini diharapkan membuka wawasan mata anak-anak MKB untuk mengenal dunia luar selain menjaga kesenian sendiri. Jagalah tradisi kita tetapi tetap menerima cara pandang orang lain dan bahwa ada kesenian-kesenian di luar sana yang perlu kita ketahui,” terang Rianto.

Kedua penari dunai ini berharap agar anak-anak MKB agar terus berlatih dengan serius, fokus dalam berproses agar suatu saat nanti dapat meneruskan jejak mereka di pentas tari dunia. (SSC/Rita/Rel)

 

 

 

 

BACA JUGA