Selasa, 07/08/2018 20:30 WIB

BKSDA Sosialisasikan Permen LHK

Bunga Raflesia di cagar alam Maninjau

Bunga Raflesia di cagar alam Maninjau

Agam, sumbarsatu.com- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Selasa (7/8/2018), menyosialisasikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, kepada masyarakat warga.

Setelah sosialisasi, pihak BKSDA akan melakukan penyebaran selebaran penegakan hukum pelanggaran terhadap penangkapan dan perusakan ekosistem, seperti disampaikan kepala BKSDA Agam melalui unit Perlindungan Ekosistem Hutan (PEH) Ade Putra.

Sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 pasal 21, jo pasal 40 ayat (2) menerangkan, bahwa bagi setiap orang yang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup atau mati akan dikenakan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Peraturan Menteri ini merevisi Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang ditandatangani dan dikeluarkan pada tanggal 29 Juni 2018 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Sesuai dengan kewenangannya, Menteri LHK, berdasarkan rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dapat menetapkan jenis tumbuhan dan satwa untuk dilindungi atau tidak, dan beberapa jenis tumbuhan dan satwa yang sebelumnya tidak masuk dalam kategori dilindungi, berdasarkan peraturan menteri ini ditetapkan sebagai tumbuhan dan satwa dilindungi.

Menurut Ade, BKSDA Agam memberikan sosialisasi berupa selebaran, berkaitan dengan tumbuhan dan satwa dilindungi

“Di kabupaten Agam sudah kami edarkan bulan Januari hingga Februari berdasarkan aturan yang lama. Untuk aturan yang baru, sedang kami siapkan edarannya ke kantor, masjid, warung, fasilitas sosial, fasilitas umum, komunitas, dan beberapa Bhabinkamtibnas,” ujarnya menjelaskan. (MSM)

BACA JUGA