Senin, 06/08/2018 10:33 WIB

BUMDes KMB Buka Kantor Operasional di Pasar Talawi

---

Pasar tradisi Talawi Sawahlunto

Pasar tradisi Talawi Sawahlunto

Sawahlunto, sumbarsatu.com---Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau Maju Bersama (KMB), Desa Kumbayau, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, membuka kantor operasional di Pasar Talawi, Minggu (5/8/2018).

Dibukanya kantor operasional ini sebagai jawaban untuk memenuhi kebutuhan petani sebagai mitra usaha di sektor ekonomi mikro berupa transaksi hasil bumi rempah-rempah dan komoditas lainnya. 

Direktur BUMDes Kumbayau Maju Bersama F. Ferdian Datuak Dinagari yang juga Ketua Forum BUMDes/BUMNag Provinsi Sumbar mengatakan, hadirnya BUMD Kumbayau di pasar Talawi ini diproyeksikan bisa meningkatkan volume transaksi hasil bumi petani Kumbayau dan tentu saja ekonomi masyarakat.

"Selanjutnya hasil bumi petai Kumayau terdistribusikan lebih luas ke daerah-daerah lain. Selain itu, kantor KMB juga membuka tabungan untuk petani yang akan memudahkan arus jual beli," kata F. Ferdian Datuak Dinagari, Senin (6/8/2018) yang didampingi Kepala Desa Kumbayau H. Ali Amran.

Ferdian mengaku, pihaknya harus melakukan pengembangan usaha dan memberi pelayanan maksimal terhadap mitra dagangnya, yakni kalangan petani rempah, para nasabah, dan pengusaha kencil industri kreatif lainnya.

Dibukanya kantor operasional BUMDes Kumbayau Maju Bersama yang berada di pusat ibu kota kecamatan, dapat melayani 8 unit usaha yang tengah dikembangkan di antaranya Bank Desa, pengadaan air bersih, perdagangan hasil bumi dan perdagangan umum, usaha olahan pertanian,

dan lainnya. Namun yang paling potensial dikembangkan ialah hasil rempah-rempah.

“Buah pinang paling potensial dan menjanjikan karena pasar sudah terbuka untuk ekspor ke India, Turki, dan Nepal. Masing-masing permintàan sekitar 20 ton per sekali kirim. Kami siap memenuhi

permintaan karena saat ini saja KMB mampu menampung 5 sampai 10 ton produksi perminggu," jabar Datuak ini.

Dikatakannya, tahun ini BUMDes Kumbayau Maju Bersama tengah menjajaki prosedur pengiriman melalui tawaran kerja sama dengan PT Pos Indonesia, Kadin, serta Kepabeanan. Semua komoditas harus memperoleh sertifikasi kualitas barang (MSDS) yang akan diekspor,” ungkap Ferdian.

Saat ini harga pinang dengan kualitas biasa (dibelah) dibandrol seharga Rp8 ribu per kilogram. Untuk kualitas terbaik (bulat) dan matangnya sempurna dilepas seharga Rp25 ribu per kilogram. 

"Untuk itu terbuka peluang kepada petani untuk melestarikan dan membudidayakan tanaman pinang. Kami berharap  pemerintah membantu penyediaan bibit pinang unggul untuk petani,” terangnya.

Sementara itu, Kades Kumbayau yang juga komisaris BUMDes Kumbayau Ali Amran menambahkan, usaha yang dikembangkan sàat ini lebih fokus ke investasi yang dengan konsep kearifan lokal untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di pedesaan.

“Kami siap untuk memberi kuntungan 75 persen dari modal yang diinvestasikan,” ujar Ali Amran.

Berdasarkan relis resmi dari BUMDes Indonesia, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dari 32 ribu BUMDes seluruh Indonesia, BUMDes KMB masuk 30 BUMDes terbaik yang mampu memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan dan perbankan desa atau Bank Desa. (SSC/Rel)

BACA JUGA