Malam Ini, "The Margin of Our Land #2Reklamasi" Dipentaskan di TIM Jakarta

POSTFEST 2018 IKJ

Jum'at, 03/08/2018 10:38 WIB
Malam ini, Jumat (3/8/2018)

Malam ini, Jumat (3/8/2018) "The Margin of Our Land #2Reklamasi" dipentaskan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pukul 20.00. Pertunjukan digelar tanpa tiket alias gratis. (Foto Denny Cidaik)

Jakarta, sumbarsatu.com--Malam ini, Jumat (3/8/2018) "The Margin of Our Land #2Reklamasi" dipentaskan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pukul 20.00. Pertunjukan digelar tanpa tiket alias gratis.  

Penampilan "The Margin of Our Land #2Reklamasi" karya kolaborasi 5 kreator ini ISI Padang Panjang, yakni Ali Sukri (untuk koreografi), Kurniasih Zaitun (teater), Sahrul N (dramaturg), Elizar (musik), dan Yusril Katil (skenografi), dan dipekuat belasan penari dan aktor. Karya ini dihadirkan di TIM Jakarat sebagai rangkaian iven seni Festivasl PostFest Institut Kesenian Jakarta dimulai sejak 21 Juli dan akan berakhir pada 5 Agustus 2018 mendatang.

Karya ini merupakan yang kedua dari trilogi "The Margin of Our Land". Yang pertama bicara tanah ulayat, kedua reklamasi, dan ketiga tanah terluar.   

"The Margin of Our Land #2Reklamasi" mengisahkan dampak dari aktivitas reklamasi pada kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat, serta aspek psikogis personal. Reklamasi ini pernah jadi bahan hiruk pikuk warga Jakarta. Maka, karya ini relevan untuk dinikmati. Konsep garapan dengan titik berangkat pada metode riset lapangan ini, berdurasi 35 menit.

Sebelumnya, tari-teater "The Margin of Our Land" #1Tanah Ulayat, sukses digelar di tiga kota (Pekanbaru, Padang Panjang, dan Padang). Setelah pementasan di TIM Jakarta, karya kedua dari trilogi ini akan dipanggungkan di ISI Padang Panjang.

Tari-teater “The Margin of Our Land” #2Relamasi hasil dari dari penelitian, penciptaan, dan penyajian seni ini merupakan perwujudan program dana hibah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2018.

Penciptaan seni yang berbentuk tari-teater ini berangkat dari kondisi sosial budaya masyarakat pesisir terkait adanya aktivitas reklamasi yang berdampak negetif bagi masyarakat dan lingkungan.

Festival PostFest 2018 yang kedua kalinya digelar menghadirkan beragam cabang seni, antara lain Ensemble Pohon Hayat yakni pertunjukkan musikal kolaborasi antara Dance Circle dari Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Kesenian Jakarta (FSP-IKJ) dan seniman Cristian Meija asal Costa Rica. (SSC)

BACA JUGA