Senin, 23/07/2018 20:44 WIB

Pakan Sinayan Wakili Agam dalam Lomba Nagari Berprestasi Tingkat Sumbar

---

Kebun wagra di Nagari Pakan Sinayan

Kebun wagra di Nagari Pakan Sinayan

Agam, sumbarsatu.com- Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, mewakili Kabupaten Agam dalam Lomba Nagari Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar tahun 2018.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Teddy Martha, Senin (23/7/2018).

Menurutnya, Selasa (23/7/2018) Tim Penilai Lomba Nagari Berprestasi tingkat Provinsi Sumbar tahun 2018, akan melakukan penilaian terhadap wakil Agam tersebut.

Keberhasilan Nagari Pakan Sinayan dalam Lomba Nagari Tingkat Kabupaten Agam, merupakan wujud keberhasilan pemerintah nagari beserta masyarakat, dalam meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat dan pembangunan nagari.

“Nagari Pakan Sinayan ditetapkan sebagai Nagari Berprestasi, karena memenuhi tiga kriteria penilaian tentang inovasi masyarakat yang ada di nagari, kesesuaian data, dan tingginya partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Dari tiga kategori tersebut terdapat beberapa aspek penilaian, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan, ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, dan muatan lokal.

Dikatakan, Nagari Pakan Sinayan memiliki banyak keunggulan. Di antaranya, pusat pelayanan terintegrasi yang dilakukan dari tingkat jorong, pengelolaan BUMNag yang baik, sentra holtikultura, dan sentra perkebunan yang sudah diregistrasi.

Nagari itu memiliki tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi, tidak hanya di kampung tapi juga di rantau. Begitu juga dana nagarinya juga digunakan untuk pembinaan PKK, sehingga program pemberdayaan keluarga dan perempuan berjalan dengan baik.

Sedangkan Wali Nagari Pakan Sinayan, HS Dt Kayo Nan Kuniang mengatakan, 108,05 hektar lahan perkebunan masyarakat Nagari Pakan Sinayan, sudah diregistrasi untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan.

Hal itu dilakukan untuk menciptakan produk unggul, dan mengatasi kekhawatiran masyarakat terhadap penghasilan perkebunan yang mengandung pestisida.

Registrasi dilakukan Dinas Pertanian Sumatera Barat dengan cara melakukan uji labor.

Perkebunan yang sudah diregistrasi salah satunya adalah milik Kelompok Baramban, Jorong Kandang Jilatang, dengan budi daya cabe, wortel, dan lobak. Kelompok itu sudah mendapatkan Sertifikat Prima 13 dari Dinas Pertanian Sumbar.

Cabe ditanam di atas 7 ha lahan. Setiap panen mengalami peningkatan produksi. Panen perdana produksinya minimal 30 Kg. Panen berikutnya meningkat sampaibah 200 Kg.

Selama ini Nagari Pakan Sinayan, dikenal dengan tanaman hortikultura. Namun saat ini nagari itu mencoba mengembangkan kopi arabika dan manggis.

Menurut penelitian Balai Peneliti Buah (Balibu) Sumbar, komoditas itu cocok ditanam di Pakan Sinayan.

Bibit kopi arabika dan manggis tersebut bantuan Balibu Sumbar, masing-masing 5.000 batang.

Bantuan dimaksud baru diberikan tahap pertama, masing-masing 2.500 batang. Itu sesuai dengan ketersediaan lahan.

Peran perantau Kecamatan Banuhampu, yang tersebar di Indonesia sangat membantu pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di kecamatan itu, termasuk di Nagari Pakan Sinayan.

Menurut HS. Dt Kayo Nan Kuniang, peran perantau menjadi penguatan akses permodalan masyarakat, yang diarahkan untuk penguatan Baitul Mal Wa Tamwil, yang saat ini sudah menjadi Badan Usaha Milik Nagari (BUMnag).

“Rapat anggota tahunan 2017, Baitul Mal Wa Tamwil sudah meluncurkan pembiayaan Rp. 14,5 miliar yang dimanfaatkan masyarakat untuk bantuan permodalan, yang sebelumnya diperoleh dari perbankan,” ujarnya.

“Peran perantau menjadi modal kebersamaan yang sangat berharga, di antaranya upaya mewujudkan penggabungan pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 Hijriah menjadi satu titik, yang sebelumnya dilaksanakan di sepuluh titik. Khatam Alquran sebelumnya per- MDA saat ini digabungkan menjadi kegiatan nagari,” ujarnya pula.

Pihaknya juga mendorong pemberdayaan melalui zakat, untuk membantu kesulitan masyarakat terutama bidang home industri, atau usaha UMKM. Pada tahun 2016 dan 2017 zakat terkumpul Rp500 juta sampai Rp700 juta. (MSM)

BACA JUGA