Cabuli Sang Pacar, Pemuda Bertato Berurusan dengan Polisi

--

Minggu, 22/07/2018 22:18 WIB
Pelaku setelah ditangkap polisi

Pelaku setelah ditangkap polisi

Agam, sumbarsatu.com-Pemuda bertato, dengan inisial “J” (19), warga Anak Air Dadok, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli perempuan yang nota bene kekasihnya sendiri.

Perbuatan terkutuk itu dilakukan “J” terhadap sang pacar, sebut saja Neng (15), (bukan nama sebenarnya), Jumat (6/7/2018) sekitar pukul 20.30 Wib, di rumah sang kakak di Anak air Dadok.

Kapolres Agam, melalui Kasat Reskrim Iptu. M. Reza Minggu (22/7/2018) menyebutkan, peristiwa itu diketahui setelah ada laporan dari orang tua korban, karena anak

gadisnya sudah 2 hari tidak pulang ke rumah. Merasa cemas ia lalu melaporkan peristiwa ini ke pihak Polres Agam. Setelah diselidiki, ternyata anaknya dibawa sang pacar ke rumah kakaknya di Anak air Dadok, Nagari Manggopoh. Akhirnya anaknya dibawa pulang ke rumah Rabu 18 Juli 2018 sekitar pukul 23.30.

Kemudian Sesampai di rumah orang tua Neng menanyakan apa saja kegiatan yang ia lakukan semalam di rumah sang pacar. Alangkah terkejutnya sang ibu ketika anaknya mencerita peristiwa yang ia alami di rumah kakak sang pacar.

Bagaikan petir di siang bolong, sang ibu kaget bercampur sedih dan marah, ketika anaknya menceritakan peristiwa yang dilakukan sang pacar terhadap dirinya.

Merasa tidak senang atas perlakuan yang dilakukan oleh J terhadap anak gadisnya yang masih duduk di bangku sekolah, orang tua korban melaporkan peristiwa itu,dengan Laporan

Polisi : LP/ 119 / VII /2018-SPKTSbr / Res Agam, tanggal 20 Juli 2018 ttg TP. Perbuatan Cabul terhadap anak di bawah umur.

“Kita bersama jajaran, begitu mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan serta penyidikan, dan mengumpulkan saksi berikut barang Bukti, serta hasil visum terhadap korban,” ujarnya.

Dijelaskan, dari hasil visum yang dilakukan terhadap korban, pihak dokter menyebutkan memang ada bekas luka robek akibat bekas benda tumpul.

Setelah mendapatkan barang bukti, serta diperkuat dengan saksi-saksi, petugas langsung bergerak cepat untuk melacak keberadaan pelaku inisial (J) ini, dan pihaknya langsung mengeluarkan surat perintah penahanan No.Pol : SP.han/ 43/ VII / 2018/ Reskrim tanggal 21. Juli 2018.

Berbekal surat tersebut, lanjut kasat, Jajaran Opsnal langsung melacak keberadan pelaku. Tidak lama berselang jajaran Opsnal berhasil melacak pelaku, yang sedang berada di rumah orang tuanya di Anak Air Dadok.

Tidak mau kehilangan tangkapan Jajaran Opsnal langsung bergerak cepat ke rumah orang tua pelaku.

Sesampai di rumah orang tua pelaku, Jajaran Opsnal mencoba melakukan pengintain dari jarak jauh. Awalnya pelaku tidak kelihatan, namun berkat kesabaran petugas, akhirnya terlihat pelaku keluar dari rumah orang tuanya. Ia langsung mengambil motor miliknya jenis Yamaha RK King yang terparkir di depan rumah tersebut, dan mencoba menyalakan motor tersebut.

Asik menghidupkan motor, Jajaran Opsnal langsung bergerak cepat dengan mendatangi pelaku, dan mengamankannya beserta motornya.

Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Mako Polres Agam untuk di proses lebih lanjut.

M. Reza menambahkan, di hadapan penyidik pelaku mengakui perbuatannya menyetubuhi sang pacar di rumah kakaknya di Anak air Dadok, pada Jumat (6/7/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.

Ia mengakui menjemput sang pacar usai pulang sekolah, dan membawanya ke rumah sang kakak.

Sesampai di sana, pelaku mempersilakan sang pacar untuk masuk. Setelah mengobrol beberapa lama, motornya dipinjam sang kakak untuk membeli makanan ke luar.

Setelah tinggal hanya berdua, saat itulah pelaku mengajak sang pacar untuk berbuat intim.

Awalnya sang pacar tidak mau,karena takut ketahuan, ditambah belum ada ikatan resmi antara dirinya dengan sang kekasih.Namun dengan bujukan serta rayuan sang kekasih,akhirnya pelaku tidak bisa berbuat banyak. Korban langsung di bawa ke kamar kakaknya. Di sanalah perbuatan terkutuk itu terjadi.

Usai melakukan hubungan intim tersebut pelaku mengatarkan sang pacar ke rumahnya, di Pasar Beringin, Jorong Balai Ahad Nagari Lubuk Basung.

Merasa ketagihan, pelaku melancarkan aksinya kembali dengan membawa kekasih ini ke rumah kakaknya di Anak Air Dadok, Rabu (18/7/2018).Namun aksi bejatnya di ketahui orang tua sang pacar,dan ia pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan secara intensif. Kepadanya kita sangkakan UU nomor 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” ujarnya menjelaskan (MSM)

BACA JUGA