Mangarengkang, Perampok Rp182 Juta "Didor" Polisi

SPESIALIS PEMECAH KACA MOBIL

Kamis, 19/07/2018 22:08 WIB
 Jauhari (41) warga Lingkungan III 
RT 006 Kelurahan Mangun Jaya ,Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, terpaksa didor petugas karena melawan ketika hendak ditangkap.

Jauhari (41) warga Lingkungan III RT 006 Kelurahan Mangun Jaya ,Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, terpaksa didor petugas karena melawan ketika hendak ditangkap.

Agam, sumbarsatu.com- Polres Agam berhasil mengungkap kasus perampokan, yang terjadi Senin  29 Agustus 2016 sekitar pukul 10.30 di Perumahan Talago Permai, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Korban adalah Yeni Rosanti, PNS Pemkab Agam, yang bertugas di Badan Kesbangpol Kabupaten Agam. Ia kehilangan uang Rp182 juta yang diletakkan di dalam mobilnya, Toyota Yaris BA 1620 PN. Maling menyikat uangnya setelah memecah kaca mobil yang diparkir di jalan depan rumahnya.

Satreskrim Polres Agam berhasil mengungkap kasus tersebut. Seorang pelaku ditangkap Kamis (19/7/2018) sekitar pukul 11.00 di area parkir Bank BRI Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Pelaku perampokan atas nama Jauhari (41) warga Lingkungan III
RT 006 Kelurahan Mangun Jaya ,Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, terpaksa didor petugas karena melawan ketika hendak ditangkap.

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Reskrim Iptu M. Reza, Kamis (19/7/2018) membenarkan pihaknya telah berhasil mengamankan satu pelaku perampokan yang terjadi pada tahun 2016 yang lalu.

Sebelumnya, Opsnal Reskrim Polres Agam mendapatkan informasi, bahwa tersangka pencurian dengan modus pecah kaca, sesuai dengan LP 135/VIII/K/2016/Sumbar/Res Agam dengan kerugian Rp182 juta.

Informasi tersebut menyebutkan kalau yang bersangkutan menurut informasi akan melancarkan aksinya kembali di wilayah hukum Polres Agam.

Setelah mendapatkan Informasi tersebut jajaran Opsnal Sat Reskrim langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan tentang informasi tersebut.
Awalnya Anggota Opsnal mencoba menelusuri di mana posisi pelaku perampok tersebut.

“Informasi awal jajaran kita mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada Bank BRI Simpang Tiga Lubuk Basung. Petugas langsung bergerak cepat ke BRI  
Simpang Tiga Lubuk Basung, namun pelaku tidak berhasil di temukan,” ujarnya.

Kemudian masuk lagi informasi, bahwa pelaku sedang berada di Nagari Lubuk Basung. Jajaran opsnal langsung mengejar pelaku ke sana. Namun juga tidak membuahkan hasil, pelaku berhasil kabur.

"Karena tidak menemukan pelaku perampokan yang dikejar, jajaran kita mencoba menggali informasi kembali tentang keberadaan pelaku. Jajaran kita mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada Bank BRI Simpang Gudang. Tanpa pikir panjang jajaran kita langsung bergerak cepat untuk menuju lokasi yang diinformasikan tersebut. Sesampai di sana pelaku berhasil kabur dan jajaran kita tidak berhasil menemukannya,” ujarnya  menjelaskan.

Akhirnya, masuk informasi kalau pelaku yang  sedang dikejar berada di Bank BRI Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Tidak mau kehilangan tangkapan, jajaran Opsnal langsung menuju Bank BRI Tiku. Sesampai di lokasi Jajaran Opsnal melakukan pengintaian dengan memarkirkan mobil di area parkiran Bank BRI Tiku.

Awalnya petugas tidak melihat sosok pelaku yang dicari. Namun berkat kesabaran anggota di lapangan untuk mengungkap kasus perampokan di wilayah hukumnya, akhirnya yang dicari menampakkan batang hidungnya.

Pelaku datang memasuki area parkir Bank BRI Tiku menggunakan  sepeda motor Jupiter MX  warna merah-hitam, Nopol BG 6275 KAG.

M. Reza melanjutkan, sesampai di lokasi parkir pelaku perampokan ini mencoba melirik nasabah bank yang keluar dari Bank BRI tersebut, memperhatikan mana target yang akan dirampoknya.

Asyik melirik, jajaran Opsnal langsung bergerak cepat dengan melakukan penangkapan. Namun saat hendak ditangkap pelaku mencoba melawan petugas, kemudian berusaha kabur.

“Jajaran kita langsung memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tidak mengindahkannya. Akhirnya jajaran kita langsung melakukan tindakan tegas, dengan menghadiahi timah panas. Pelaku pun roboh, dan langsung diamankan," kata Reza.

Reza menambahkan, usai diamankan pelaku langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk mendapat perawatan medis. Setalah mendapat perawatan medis, pelaku langsung digiring ke Mako Polres Agam, untuk diproses lebih lanjut.

“Dari pengakuannya, ia yang melakukan perampokan pada hari Senin  29 Agustus 2016 sekitar pukul 10.30 bersama rekannya yang berinisial MH, yang saat ini sedang buron,” ujarnya lagi.

Ia juga mengaku mendapat bagian Rp60 juta. Uang tersebut digunakannya untuk membayar hutang, dan kebutuhannya setiap hari.

Pelaku merupakan residivis yang sudah bolak-balik masuk penjara. Bekas luka tembakan sudah yang kelima kali bersarang di kakinya. (MSM)

BACA JUGA