Rabu, 18/07/2018 18:06 WIB

BPBD Kota Pariaman Gelar Konseling Traumatik Healing

Kasi rehabilitasi BPBD Kota Pariaman Irsal sedang memberikan materi kepada peserta pelatihan konseling traumatik healing

Kasi rehabilitasi BPBD Kota Pariaman Irsal sedang memberikan materi kepada peserta pelatihan konseling traumatik healing

Kota Pariaman, sumbarsatu.com–Pemko Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Pariaman memberikan pelatihan konseling traumatik healing bagi tenaga relawan Komunitas Seller Berbagi (KSB) Desa Pasir Sunur, Kecamatan Pariaman Selatan di Kantor Desa Pasir Sunur, Rabu (18/7/2018).

Pelatihan yang diikuti oleh 20 orang tenaga relawan KSB tersebut berasal dari masyarakat Desa Pasir Sunur dari tanggal 17-19 Juli 2018.

Kepala Seksi rehabilitasi bidang rehabilitasi dan rekonsntruksi BPBD Kota Pariaman, Irsal mengatakan bahwa berbagai peristiwa, bencana dan musibah yang terjadi biasanya memberikan dampak bagi korban, baik itu langsung maupun tidak langsung.

“Dampak langsung yang biasanya dialami adalah trauma, baik itu fisik maupun psikologis. Kondisi trauma tersebut perlu ditangani segera agar tidak berdampak semakin buruk bagi masyarakat di masa mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan kegiatan pelatihan ini sudah menjadi kegiatan tahunan BPBD kota Pariaman dan berharap setiap relawan yang diberi pelatihan dapat menerapkan ilmunya dan memberikan pertolongan kepada masyarakat sekitar yang terkena musibah.

Pelatihan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu untuk 12 desa se-Kota Pariaman. Dan tahun 2018 ini BPBD Kota Pariaman telah menganggarkan pelatihan tersebut untuk tujuh desa se-Kota Pariaman.

Sementara itu Psikolog RSJ HB. Saanin Padang, Kuswardani Susari Putri selaku pemateri mengatakan pelatihan konseling traumatik healing bagi tenaga relawan KSB ini adalah suatu cara memberikan dukungan emosional dan membantu orang dari berbagai bencana yang bertujuan untuk mengurangi distress (stres yang berlebihan).

“Relawan harus mengetahui siklus bencana, mulai dari persiapan pertolongan sampai rehabilitasi. Relawan juga harus tahu siapa penyintas (korban selamat bencana) yang diutamakan dan memerlukan bimbingan hingga kondisi yang diciptakan saat mendampingi penyintas,” tutupnya.

Suarni, salah seorang relawan KSB Desa Pasir Sunur mengatakan bahwa pelatihan ini sangat membantunya dan timnya dalam pembimbingan ketika terjadi bencana dan musibah. Dipelatihan ini kita jugs diajarkan bagaimana mengenal jiwa dan menyikapi penyintas yang berteriak-teriak histeris saat mengalami musibah. (SSC/Rel)

BACA JUGA