Kamis, 12/07/2018 21:12 WIB

Tiga Objek Wisata Agam Calon Geopark Sumbar

Danau Tarusan Kamang

Danau Tarusan Kamang

Agam, sumbarsatu.com- berdasarkan hasil identifikasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), tiga objek wisata di Agam jadi calon geopark Sumatera Barat, seperti diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, Jetson, ST, MT, Kamis (12/7/2018) di ruang kerjanya.

Objek dimaksud adalah Danau Maninjau, Ngarai Sianok, dan Tarusan Kamang.

Jetson menjelaskan, terbentuknya ke-3 objek tersebut mengandung sejarah, yang menarik untuk diketahui para wisatawan. Ia menjelaskan secara singkat sejarah terbentuknya tiga kawasan ini, sehingga mampu menyedot daya tarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga diusung menjadi calon geopark Sumbar.

Secara administratif, Danau Maninjau, yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya itu merupakan kawasan gunung api purba.

Kaldera danau ini berasal dari tiga periode letusan besar 75.000-80.000 tahun lalu. Material letusan menjadi bahan terbentuknya Ngarai Sianok.

Menurutnya, di kawasan itu banyak lahir putra terbaik kebanggaan Indonesia, salah satunya Buya Hamka. Beliau merupakan seorang ulama, yang juga sastrawan, dan tokoh pemimpin umat.

Sementara itu, Ngarai Sianok memiliki keragaman biologi bernilai warisan, seperti Bunga Padma Raksasa. Bunga ini secara nasional dikenal sebagai Puspa Nusantara Langka, dan dijadikan lambang Yayasan Flora Malesiana.

“Ngarai Sianok sendiri bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatera menjadi dua bagian panjang. Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah hasil dari gerakan turun kulit bumi yang dialiri Batang Sianok,” ujarnya menejlalskan.

Sedangkan Tarusan Kamang, yang terletak di kaki perbukitan kars di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, memiliki keunikan yang tidak ditemukan di destinasi wisata lainnya.

Saat air danau keluar, terdengar suara dari beberapa tempat, sekitar tiga hari kemudian air mengalir dari lubang-lubang kaki bukit, sehingga mengenangi padang rumput yang pada akhirnya menjadi danau. Tidak hanya itu, di kawasan tersebut banyak terdapat gua aktif.

“Ketiga kawasan ini sudah dikelola dengan baik, dan dilakukan pengembangan-pengembangan, sehingga menjadi objek wisata yang menjadi incaran wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” ujarnya pula. (MSM)

BACA JUGA