Kamis, 12/07/2018 21:00 WIB

Pemkab Agam Berupaya Mewujudkan Geopark

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Agam, sumbarsatu.com--Pemkab Agam berupaya mewujudkan geopark terhadap potensi yang ada di daerah itu. Geopark merupakan wilayah terpadu dalam perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara berkelanjutan. Konsep ini pertama kali dikenalkan UNESCO pada 2000-an.

Geopark bisa membangun kepariwisataan, dengan keindahan alam yang menjadi destinasi wisata.

Bupati Agam, melalui Asisten II Setda Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si, yang juga Wakil Ketua Pokja Geopark Agam menyebutkan, upaya yang sudah dilakukan mewujudkan geopark adalah pemeliharaan potensi yang dimiliki, seperti Danau Maninjau, Ngarai Sianok, Tarusan Kamang, dan lainnya.

“Ini perlu kita lestarikan dan dikaitkan dengan kultur yang berkembang di sekitarnya, yang menjadikan culture heritage. Juga menyangkut vegetasi yang hidup sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, Agam memiliki kekayaan alam, berbeda kultur berbeda kehidupan yang ada di sekitarnya, sehingga perlu diidentifikasi dan dianalisis.

Secara faktual, Agam memiliki heritage, dan ini perlu didalami tim yang sudah ditugaskan Bupati Agam, baik mengidentifikasi , verifikasi, maupun memberikan rekomendasi terhadap apa yang perlu dilakukan ke depannya.

Hal itu dilakukan karena memiliki nilai sejarah, kebudayaan, dan kehidupan. Pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap komponen terkait.

“Dengan diwujudkan geopark ini kita lebih fokus untuk mendalami dan memperjelas apa yang terjadi, baik culture heritage, maupun geoheritagenya,” ujarnya pula.

Menurutnya, geopark bisa membangun kepariwisataan, karena ada kecenderungan wisatawan untuk bersejarah.

Pada umumnya geopark menampilkan keindahan yang menjadi destinasi wisata. Kondisi itu memungkinkan, masyarakat yang tinggal di kawasan itu bisa mendapatkan keuntungan, termasuk menjadi sumber pendapatan daerah. (MSM)

BACA JUGA