Songket Panampuang Ramaikan "Stand" Agam di Pameran Apkasi Otonomi Expo

-

Minggu, 08/07/2018 22:31 WIB
Kerajinan songket Panampuang

Kerajinan songket Panampuang

Agam, sumbarsatu.com- Songket dan sulaman berbahan dasar katun, produk perajin Panampuang, ikut meramaikan Stand Agam pada Pameran Apkasi Otonomi Expo 2018, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tanggerang, yang berlangsung dari Jumat (6/7/2018) sampai Minggu (8/7/2018), seperti disampaikan Kabag Humas Setda Agam, Helton, SH, M.Si Minggu (6/7/2018).

“Sulaman dan songket tersebut banyak dipakai untuk keperluan salat, dan acara-acara resmi,seperti pesta pernikahan,” ujarnya, menirukan ucapan salah seorang perajin, kata Aida Damidian.

“Songket banyak diminati kalangan menengah ke atas. Harganya relatif mahal, karena kainnya berkualitas tinggi,” ujarnya pula.

Dijelaskan, kain songket jenis Suji Caia juga memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya kualitas kain kuat dan tahan lama, sehingga tidak mudah luntur dan rontok.

Harga kain songket Suji Caia dengan motif jahit “duo” mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta, sesuai dengan motif dan kerumitan dari lukisan.

“Jenis kain katun motif modern dengan ornamen pemerupakan produk paling mahal. Biasanya hanya disewakan untuk upacara pernikahan saja,” ujarnya pula.

Disebutkan, sulaman harga terendahnya adalah Rp150 ribu, dan paling mahal Rp5 juta.

“Seperti sulaman jilbab harganya berkisar Rp. 150 ribu dan selendang/mukena mencapai Rp. 5 juta paling mahal,” ujarnya menjelaskan. (MSM)

 

BACA JUGA