Sanggar Pitunggua Agam Hoyak Pentas Apkasi Otonomi Expo

-

Sabtu, 07/07/2018 18:21 WIB
Sanggar Pitunggua Agam hoyak Pentas Seni Apkasi Otonomi Expo tahun 2018, di ICE BSD City Tanggerang, Sabtu (7/7/2018).

Sanggar Pitunggua Agam hoyak Pentas Seni Apkasi Otonomi Expo tahun 2018, di ICE BSD City Tanggerang, Sabtu (7/7/2018).

 

Agam, sumbarsatu.com- Sanggar Pitunggua Agam hoyak Pentas Seni Apkasi Otonomi Expo tahun 2018, di ICE BSD City Tanggerang, Sabtu (7/7/2018).

Sanggar binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam itu menampilkan Tari Katidiang dan Tari Tangguak. Tari tersebut dimainkan 6 murid Sekolah Dasar (SD) gabungan SD di Kecamatan Lubuk Basung.

Penampilan tari dimaksud memukau ribuan pasang mata para pengunjung Apkasi Otonomi Expo 2018. Ikut menyaksikan, antara lain Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. H. Isman Imran, M.Si, Kadis Perindagkop UMKM Agam, Aryati, Kadis KPMPTSP Naker Fatimah, dan Kabag Perekonomian Rozetta.

Menurut Elidar, salah seorang pembina sanggar, Tari Katidiang dan Tari Tangguak merupakan tarian tradisional Minangkabau yang dikolaborasikan dengan tari modern.

Tari katidiang menggambarkan ungkapan rasa syukur masyarakat Minang, khususnya Kabupaten Agam atas hasil panen yang melimpah.

Sedangkan Tari Tangguak menggambarkan aktivitas anak-anak di musim libur. Mereka pergi bermain ke sawah untuk menangkap ikan menggunakan tangguak.

H. Isman Imran mengapresiasi, dan bangga atas penampilan  seni, yang dimainkan beberapa murid SD.

“Biasanya iven sebesar ini, Tari Katidiang dibawakan orang dewasa. Namun saat ini kita menggantikannya dengan  anak kecil, yang masih duduk di bangku SD. Hal ini untuk regenerasi. Apabila mereka punya bakat dan sanggup, kita beri kesempatan. Merupakan sebuah keberanian bagi mereka, karena bisa tampil di iven sebesar ini,” ujarnya. (MSM)

 

  •  

BACA JUGA