#NgopiBarengFahri di Padang, Pemimpin Saat Ini Kurang Imajinasi

Sabtu, 07/07/2018 09:15 WIB
Fahri Hamzah pada acara #Ngopi BarengFahri di Kafe Dapoer D’Layla Kota Padang, Jumat (6/7)

Fahri Hamzah pada acara #Ngopi BarengFahri di Kafe Dapoer D’Layla Kota Padang, Jumat (6/7)

Padang, sumbarsatu.com--Ranah Minang merupakan salah satu titik penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kontribusi pemikiran dan perwujudan lainnya terus mengalir hingga saat ini. Kendati dalam perjalanan bangsa Indonesia, Ranah Minangkabau pernah mengalami peristiwa penting yang menjadi trauma sejarah, yaitu menetusnya PRRI.

"Tapi hal itu terjadi sebagai sesuatu yang wajar. PRRI itu perjuangan koreksi terhadap jalannya pemerintahan Soekarno yang sudah terkesan agak miring," kata Fahri Hamzah, saat menyampaikan pidato kebangsaaannya berjudul "Menjemput Pemimpin Baru Indonesia, dalam iven roadshow Netizen #NgopiBarengFahri, Jumat (6/7/2018) di Kafe Dapoer D'Layla Kota Padang.    

Sosok vokal yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI ini, mengajak netizen (sebutan untuk warga di internet) Kota Padang untuk kembali mengingat dan mengambil inspirasi dari perjalanan buah sejarah Sumatera Barat sebagai basis pendidikan, intelektualitas dan kehidupan demokrasi.

"Ranah Minang ini adalah perlambang tradisi demokrasi Indonesia. Sumatera Barat ini melahirkan tokoh bangsa kelas dunia seperti Mohammad Hatta, Natsir, Sutan Syahrir, Hamka, Tan Malaka. Tradisi intelektual, agama, kehidupan bernegara dan berdemokrasi sangat kuat dari tokoh Minang. Ini yang harus terus menginspirasi anak muda Sumatera Barat. Sistem pendidikan halakah yang dijalankan di surau-surau di Minangkabau merupakan sebuah pola pendidikan yang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar di ranah ini," papar Fahri Hamzah yang disambut tepuk tangan puluhan netizen yang hadir.

Dialog politik yang dikemas dengan santai tapi berisi ini disambut antusias para muda generasi milenial di Kota Padang. Semua kursi penuh. Sembari mengopi, Fahri menyinggung tentang filosofi kopi dan revolusi, serta soal kepemimpinan saat ini.

Ia mengatakan, kopi adalah representasi peradaban manusia. Kopi merupakan simbol komunikasi dan persahabatan.

"Kopi lokal Indonesia dalam rentang sejarahnya, mampu mengumpulkan para tokoh dan pemikir Indonesia. Kopi menyatukan banyak orang dalam sebuah meja. Kopi bisa memicu gerakan dan revolusi. Makanya, saya menyebutnya Revolusi Kopi. Cara penyajian kopi kini terus berkembang dengan modernisasi di kafe-kafe dan hotel, serta resto ternama. Kopi jadi gaya hidup di kota-kota, termasuk di Padang," jelas Fahri terkait dengan kegiatannnya yang berhastag #NgopiBarengFahri itu.

Fahri juga menilai tentang kepemimpinan saat ini, yang dikatakannya kurang imajinasi sehingga bangsa seperti kehilangan daya ungkap dan ekspresinya.

"Pemimpin kita kurang imajnasi dan lebih banyak kerja, kerja, kerja tanpa bisa mengokuminikasikan apa yang ada dalam pikirannya. Akibatnya, bangsa ini berjalan dengan dinamika yang kering dan hambar," kata Fahri sambil memberi contoh melipat lengan bajunya. Tingkah ini disambut tawa.

Fahri Hamzah melaksanakan kunjungan kerja selama dua hari di Sumatera Barat (6-7Juli). Sebelum acara #NgopiBarengFahri di Kafe D'Layla, Fahri Hamzah menghadiri akad nikah putra Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat.

Selanjutnya menjadi Katib Jumat di Masjid Raya Sumatera Barat. Setelah #NgopiBarengFahri dilanjutkan nonton bareng #PialaDunia2018.

Sabtu ini, Fahri Hamzah bersama rombongan akan menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar Ikatan Alumni Perguruan Thawalib dan Peringatan ke-107 Perguruan Thawalib di Padang Panjang.

Kota Padang merupakan perjalanan #NgopiBarengFahri yang ke 21 dan pertama setelah istirahat selama Ramadan. (SSC/MN)

BACA JUGA