KPU Padang Panjang Tetapkan Rekap Hasil Penghitungan Suara

Fadly Amran-Asrul Raih Suara Terbanyak

Kamis, 05/07/2018 15:51 WIB
Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra, bersama Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen, dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Padang Panjang.

Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra, bersama Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen, dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Padang Panjang.

Padang Panjang, sumbarsatu.com—Komisi Pemilihan Umum Kota Padang Panjang menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang tahun 2018 di Hotel Aulia, Padang Panjang, Kamis (5/7).

Perolehan suara pasangan calon yang ditetapkan KPU Padang Panjang, Mawardi-Taufiq Idris 4.256 suara (16,5 persen),  Hendri Arnis-Eko Furqani 9.338 suara (36,3 persen), Rafdi M Syarif-Ahmad Fadly 1.940 suara (7,5 persen), dan Fadly Amran-Asrul 10.191 suara (39,6 persen). Dari rekapitulasi tersebut, pasangan Fadly Amran dan Asrul memperoleh suara terbanyak, dengan selisih 853 suara (3,3 persen) dari pasangan Hendri Arnis-Eko Furqani.

Disampaikan Ketua KPU Padang Panjang, Jafri Eka Putra, Jumlah pemilih di Kota Panjang dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini mencapai 36.564 orang. Sedangkan yang menggunakan hak pilih pada pada tanggal 27 Juni tersebut 26.080 orang, dengan suara sah 25.725 suara dan suara tidak sah 355 suara. Dengan demikian partisipasi pemilih mencapai angka 71,33 persen.

“Kita berterimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Kota Padang Panjang yang berlangsung aman dan tertib sesuai aturan,” kata Jafri Eka Putra didampingi komisioner KPU Padang Panjang lainnya, M Khair Mukhtar, Nila Indriyani, Okta Novisyah, dan Winda Aprizona.

Selain dihadiri oleh pasangan calon dan saksi pasangan calon, rapat pleno terbuka ini juga dihadiri oleh Muspida, KPU dan Bawaslu Sumbar.

Hasil Situng sama dengan Rekap Manual

Menarik dicermati dalam penghitungan suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang ini, terdapat kesamaan antara hasil upload Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dengan rekapitulasi manual yang ditetapkan hari ini.

“Margin error-nya nol persen. Berarti bimtek yang kita lakukan terhadap KPPS sukses, dan kita mengapresiasi keberhasilan mereka. Dalam bimtek, kita betul-betul menekankan kepada mereka untuk paham, mengerti dan bisa mengisi form C1 TPS yang akan dipindai guna pengisian Situng. Dalam meng-upload Situng pun kita termasuk yang tercepat secara nasional,” kata Koordinator Divisi Teknis, Okta Novisyah.

Ide Kreatif untuk Partisipasi Pemilih

Empat kota yang yang melaksanakan pemilihan serentak tahun 2018 di Sumbar berlangsung aman, tertib, dan tanpa gejolak. KPU Sumbar memberikan apresiasi terhadap KPU Padang, Pariaman, Padang Panjang dan Sawahlunto atas keberhasilan sebagai penyelenggara. Di samping itu, KPU Sumbar juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat, akademisi, komunitas, peserta pilkada dan media yang turut menyukseskan tahapan pemilihan serentak ini.

Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra, menyampaikan, meningkatnya partisipasi pemilih dalam pemilihan serentak 2018 ini terkait dengan penyusunan data pemilih tetap yang lebih baik dan rapi. “Semakin rapi data pemilih maka partisipasi akan meningkat,” ujar Nova Indra, saat monitoring rekapitulasi hasil penghitungan suara di Padang Panjang.

Selain itu, ungkap Nova Indra, peningkatan partisipasi pemilih itu berhubungan langsung dengan kesadaran pemilih sendiri untuk datang ke TPS. Hal ini tidak lepas dari sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara dan peserta pemilihan. Selain itu, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan media yang turut menyuarakan pemilihan serentak ini.

“Pilkada 2018 ini bisa menjadi acuan kita untuk Pemilu 2019 nanti dalam peningkatan partisipasi pemilih. Artinya, kita harus menemukan ide-ide kreatif agar pemilih ini datang ke TPS memberikan hak pilihnya. Ide kreatif ini tidak hanya datang dari KPU sebagai penyelenggara, bisa juga dari masyarakat. Seperti dalam pilkada kemarin, ada babershop dan klinik kecantikan yang memberi diskon kepada pelanggan dengan menunjukkan bekas tinta di jarinya. Saat pemilu nanti, diharapkan hal-hal kreatif seperti ini lebih banyak bermunculan untuk menarik animo pemilih datang ke TPS,” tutur Nova Indra. (SSC)

 

BACA JUGA