Baso Penghasil Jeruk Terbesar di Agam

-

Kamis, 05/07/2018 14:42 WIB
Jeruk madu kamang

Jeruk madu kamang

Agam, sumbarsatu.com-Baso merupakan kecamatan penghasil jeruk manis terbesar di Kabupaten Agam, seperti disampaikan Plh. Kepala Dinas Pertanian Agam, Ir. Arief Restu, M.Si, Kamis (5/7/2018).

Menurut data akhir 2017, Baso menghasilkan 17.222 ton dari 50.579 batang jeruk manis. Di tempat kedua adalah Kamang Magek, dengan produksi 8.654 ton dari pohon 22.716 batang. Di tempat ketiga Kecamatan Matur, dengan produksi 5.670 ton, dari pohon 15.984 batang.

Sedangkan produktivitas tertinggi adalah tanaman jeruk di Kamang Magek, yaitu 0,38 ton/pohon. Tempat kedua diduduki Matur, 0,35 ton/pohon, dan tempat ketiga adalah Kecamatan Baso, dengan produkvitas 0,34 ton/pohon.

Sedangkan Tilatang Kamang hanya menghasilkan jeruk manis 5.467 ton dari 19.008 pohon.

Empat kecamatan di Agam belahan barat, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Ampek Nagari,dan Tanjung Raya, hanya menghasilkan jeruk manis sekitar 2.554 ton pada tahun 2017. Kondisi demikian menyebabkan jeruk manis produksi Pasaman Barat merajai pasar di kawasan tersebut.

Hal itu bisa dilihat setiap hari, terutama pada hari pasar. Sulit mencari jeruk manis berkualitas, seperti jeruk madu, yang banyak dihasilkan di Agam belahan timur.

Menurut Arief Restu, jeruk madu memang banyak diminati petani jeruk di Agam belahan timur. Petani di Agam belahan barat lebih tertarik menanam kelapa sawit, dibandingkan jeruk, termasuk jeruk madu.

Hal itu bukan berarti jeruk madu tidak bisa tumbuh dan menghasilkan bila ditanam di Agam belahan barat.

Jeruk manis Pasaman Barat dijual di pasaran Lubuk Basung dan sekitarnya berkisar antara Rp10.000 sampai Rp12.000/Kg. Sementara jeruk madu Rp15.000/Kg, namun barangnya langka.

Menurut beberapa pedagang, jeruk madu Agam banyak dijual ke luar daerah, seperti ke Riau. (MSM)

BACA JUGA