Limbah PT Rimbo Panjang Kinali Diduga Cemari Warga

Selasa, 03/07/2018 19:08 WIB
Salah seorang warga yang terkena dampak limbah. Kulit gatal-gatal

Salah seorang warga yang terkena dampak limbah. Kulit gatal-gatal

Simpang Empat, Sumbarsatu.com - Puluhan masyarakat Kapundung Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) diduga tercemar limbah perusahaan pabrik kelapa sawit PT Rimbo Panjang Sumber Makmur yang sampai ke sungai Batang Tingkok.

"Benar, masyarakat yang menggunakan air sungai itu untuk mandi diduga tercemar. Akibatnya, badan masyarakat banyak yang gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya," kata Ketua Pemuda Kapundung, Boy Sandi Lubis di Kinali, Selasa (3/7/2018).

Menurut dia, tercemarnya Sungai Batang Tingkok itu diduga sudah terjadi sejak empat bulan yang lalu.

"Gejalanya air sungai itu keruh dan berminyak menimbulkan bau yang busuk," ujarnya.

Menurut dia, Sungai Batang Tingkok itu biasa digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Namun, empat bulan terakhir banyak masyarakat yang mengeluh dengan penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya. Akibat dampak itu maka masyarakat Kapundung membuat surat kesepakatan berdasarkan rapat bersama pada 28 Juni 2018 di rumah adat Kapundung terkait dugaan pencemaran Sungai Batang Tingkok.

"Akibat air keruh dan berbau itu mengakibatkan timbul penyakit kulit gatal-gatal dan ikan larangan tidak berkembang di sungai itu," katanya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan surat protes ke Bupati Pasaman Barat dan DPRD.

"Surat sudah kami serahkan ke bupati langsung agar menindak tegas perusahaan. Selain itu juga ke DPRD Pasaman Barat," ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah dan DPRD agar mengambil sikap tegas terhadap perusahaan PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM). Jika dibiarkan maka masyarakat yang akan menanggung akibatnya.

Salah seorang korban, Raman saat dikonfirmasi membenarkan air Sungai Batang Tingkok diduga tercemar. Kondisi air keruh, hitam dan berbau.

"Benar, badan saya gatal-gatal setelah mandi di sungai itu. Saya sudah dua kali berobat namun belum sembuh," katanya singkat.

Selain dirinya, ia mengaku banyak warga lain yang juga mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya setelah mandi di sungai itu.

Dari data yang ada diantara korban yang mengalami gatal-gatal selain Raman adalah Uki, Isum, Rahel, Dimal, Anton Rosmalinda, Ampu sekeluarga, Jasnimar dan sekeluarga serta Alwi dan Azmar.

Humas PT RPSM, Kasiman, saat dikonfirmasi melalui telephone genggamnya belum bisa memberikan tanggapan.

"Nanti telephone balik ya, saya sedang bersama bapak," katanya singkat sambil mematikan telephone.

Setelah dikonfirmasi ulang Kasiman tidak mengangkat. Namun setelah dikirim pesan singkat, ia membalas maaf lagi rapat sama bos.

Sementara itu Kepala Bidang Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Yulina saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum menerima surat protes masyarakat Kapundung.

"Sampai Selasa (3/7) siang kami belum menerima surat protes masyarakat Kapundung," katanya.

Namun, ia mengakui ada seorang warga yang mendatanginya menyampaikan permasalahan itu. Tetapi tidak disertai surat dan korban akibat pencemaran. (SSC)

BACA JUGA