Petani Ikan KJA di Muaro Tanjung Kini Mulai Lega

-

Jum'at, 29/06/2018 15:56 WIB
-

-

Agam, sumbarsatu.com- Petani ikan keramba jala apung (KJA) di Muaro Tanjung, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kini mulai lega,s eperi disampaikan pemuka setempat, Erman Tanjung, Jumat (29/6/2018).

Penyebabnya, kondisi ikan dalam KJA sudah lumayan aman,sehingga hasil panen sudah mulai stabil.

Petani ikan sudah menebar benih ikan 10.000 ekor pada setiap petak KJA. Hasil panen mencapai 900 Kg, dengan nilai jual Rp22.500/Kg di sentra produksi.

Ikan hasil panen mereka dijual ke Riau, dan Jambi, di samping ke beberapa pasar di Sumbar,termasuk untuk konsumsi lokal.

Di beberapa pasar rakyat di Agam, harga ikan nila berkisar antara Rp25.000 sampai Rp27.500/Kg.

Dikatakan, kondisi KJA petani ikan di Muaro Tanjung termasuk paling aman di perairan Danau Maninjau. Kiatnya, petani mendirikan KJA sekitar 100 sampai 150 meter dari pinggir danau, kondisi tersebut diyakini mampu menciptakan KJA yang aman dari ancaman pencemaran perairan danau.

Di Muaro Tanjung terdapat sekitar 1.500 unit KJA. Petani ikan di kawasan itu juga pernah mengalami penderitaan akibat matinya ikan dalam KJA. Namun mereka selalu berupaya, agar ikan mereka bisa diselamatkan dari Kematian, misalnya dengan memberikan udara segar dengan pompa khusus, kala terlihat ikan mengalami kekurangan oksigen.

“Bila kondisi air danau semakin rusak, kami untuk sementara tidak menebar benih ikan ke KJA,” ujarnya menjelaskan.

Di samping menjadi petani ikan KJA, warga di kawasan itu juga menjadi penangkar benih ikan. Petani penangkar benih ikan, yang berjumlah 12 orang itu,telah banyak menghasilkan benih ikan jenis nila unggul.

Benih ikan, di samping untuk konsumsi lokal, juga dijual ke beberapa daerah di Sumbar. Bahkan petani ikan Pasaman, yang terkenal sebagai penghasil benih ikan majalaya, juga membeli benih ikan nila dari pembenih ikan Agam,terutama pembenih ikan Tanjung Raya.

“Kami membeli benih ikan majalaya dari Pasaman, dan mereka membeli benih ikan nila dari kami,” ujar Herman pula.

Menurutnya, ia dan kawan-kawan pernah mencoba menjadi pembenih ikan jenis majalaya. Namun hasilnya mengecewakan, karena begitu ditebarkan ke KJA, benih ikan tersebut banyak yang mati.

“Makanya kami konsentrasi pada pembenihan ikan jenis nila unggul,” ujarnya lagi. (MSM)

BACA JUGA