Bukik Baka, Objek Masa Depan Kamek

-

Kamis, 28/06/2018 18:23 WIB
Dinding cadas di objek Buki Baka dan rakit bambu

Dinding cadas di objek Buki Baka dan rakit bambu

Agam, sumbarsatu.com- Kabupaten Agam kaya akan objek wisata yang menawan. Salah satu objek yang baru ditemukan adalah Bukik Baka, di Jorong Guguak Rang Pisang, Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek (Kamek).

Menurut Camat Kamek, Hermezi, objek tersebut ditemukan secara tidak sengaja. Kala itu, ada niat untuk memperbaiki kolam ikan, yang sudah lama terlantar.

“Kolam sekitar setengah hektar itu berpotensi untuk usaha budi daya ikan. Namun setelah dibersihkan, ternyata di sana terdapat sebuah dinding cadas yang indah, dan bagus untuk dikembangkan menjadi objek wisata,” ujarnya.

Pihak pemerintah nagari, bersama pemuka masyarakat Kamang Ilia melakukan pembenahan, sehingga kolam yang persis berada di kaki Bukik Baka itu kini menjadi objek yang banyak pengunjungnya.Pengunjung bisa berakit-rakit, menggunakan rakit bambu, yang disediakan pemuda setempat.

Dinding batu cadas, dengan tinggi sekitar 25 meter itu berdiri kokoh, dan indah. Di sana juga terdapat sebuah gua. Menurut penuturan tetua setempat, di sana pernah ditemukan amunisi aktif (peluru). Namun tidak diketahui secara pasti, apa peluru itu milik pejuang, atau milik para penjajah.

“Kami akan menyelidikinya. Mungkin saja gua tersebut pernah berperan dalam perang kemerdekaan dulu,” ujarnya pula.

Kini, di sekitar kolam tersebut 26 warga mendirikan kedai makanan dan minuman. Pada libur lebaran baru-baru ini, omset mereka sampai jutaan rupiah setiap harinya.

Pada libur lebaran, pengunjung memang luar biasa. Diperkirakan antara 3.500 sampai 5.000 setiap harinya. Sedangkan pada hari biasa,tidak kurang dari 1.000 pengunjung setiap hari.

“Pada hari libur atau Sabtu dan Minggu, pengunjung diperkirakan mencapai 2.000- an setiap hari,” ujarnya lagi.

Sedangkan puncak bukit, menurut rencana akan dijadikan lokasi start paralayang.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, melalui Kabid Pengembangan Objek Wisata, Rinaldi, ST menyebutkan, objek tersebut memang menawan. Letaknya sekitar 2 Km dari Kantor Camat Kamek. Kondisi jalan sampai ke kolam cukup bagus. Namun jalan dari kolam ke puncak bukit baru berupa jalan setapak.

“Puncak Bukik Baka memang bagus untuk area start paralayang. Sayangnya belum ada jalan yang laik tempuh dari kaki bukit sampai ke puncaknya,” ujarnya, Kamis (28/6/2018).

Sebenarnya bisa saja dibangun jalan untuk pegembangan objek wisata itu. Namun masalahnya, belum ada kesepakatan pemilik lahan untuk itu.

Menjawab sumbarsatu.com, Rinaldi mengatakan, saat ini yang bisa dilakukan

pihak Disparpora adalah membantu mempromosikan objek, agar dikenal publik.

Sementara Camat Kamek, Harmezi menyebutkan, objek dimaksud akan dikelola nagari, melalui BUMNagari. Artinya, tidak akan diserahkan kepada Pemkab Agam.

Namun tidak tertutup kemungkinan pihak nagari melakukan kerja sama dengan Pemkab Agam. (MSM)

BACA JUGA