Penangkar Benih Ikan Agam Berkurang

-

Selasa, 26/06/2018 17:05 WIB
Benih ikan mas

Benih ikan mas

Agam, sumbarsatu.com- Penangkar benih ikan di Kabupaten Agam berkurang jumlah, akibat berkurangnya jumlah Keramba Jala Aung (KJA) di Danau Maninjau, ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Ketahan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto, S.Pi, M.Si, Selasa (26/6/2018).

Pencemaran perairan Danau Maninjau yang semakin parah, menyebabkan jumlah KJA berkurang drastis. Warga, yang dulu menjadi petani ikan, kini banyak mengalihkan usaha mereka ke sektor lain. Usaha budi daya ikan sistem KJA dinilai tidak menguntungkan lagi.

“Kini jumlah pembenih ikan tinggal sekitar 200 unit, berkurang sekitar 30 persen,” ujarnya.

Benih ikan hasil kolam benih milik warga, banyak dijual ke daerah tetangga. Petani ikan di Pasaman pun memanfaatkan benih ikan, jenis nila, dari Agam. begitu juga petani ikan di Dharmasyraya, dan daerah lainnya di Sumbar.

“Keunggulan benih ikan produk pembenih Agam adalah daya tahan dan adaptasi dari benih. Kondisi itu menyebabkan banyak petani ikan memilih menggunakan benih ikan dari Agam,” ujarnya menjelaskan.

Sentra pembenih ikan di daerah itu, antara lain Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Raya. Benih ikan juga dihasilkan Balai Benih Ikan (BBI) milik daerah, yang terdapat di Lubuk Basung dan Palembayan.

Untuk membantu pembudi daya ikan di daerah itu, Pemkab Agam melalui DPKP Agam menyediakan benih ikan gratis. Tahun ini DPKP Agam menyediakan sekitar 2 juta benih ikan. Benih ikan itu ada yang telah dibagikan kepada petani ikan.

“Kini banyak kolam air deras dan kolam air tenang di daerah ini. Kolam tersebut setidaknya menghasilkan ikan segar 20 ton sampai 50 ton/bulan,” ujarnya lagi. (MSM)

BACA JUGA