Fadly-Asrul Bertekad Menyelenggarakan Pemerintahan yang Bersih dan Antikorupsi

Sabtu, 23/06/2018 12:31 WIB
Fadly Amran menyalami warga saat kampanye akbar di Lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh, Padang Panjang. (ist)

Fadly Amran menyalami warga saat kampanye akbar di Lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh, Padang Panjang. (ist)

Padang Panjang, sumbarsatu.com--Sebagai wabah, korupsi harus diberantas sampai tuntas dimana pun berada. Begitu juga di Kota Padang Panjang, yang sudah mulai digerogoti oleh praktik-praktik rasuah tersebut. 

"Harus ada yang menghentikan ini. Harus ada yang menyelamatkan Kota Serambi Mekah ini dari praktik korupsi. Sebagai orang muda, yang di tubuh saya mengalir darah Padang Panjang, saya bertekad untuk menyelamatkan kota ini, sebelum habis digerogoti praktik-praktik korupsi," tegas Calon Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, didampingi Calon Wakil Wali Kota, Asrul, kepada sumbarsatu.com di Padang  Panjang, Jumat (22/6).

Menurutnya, seorang pemimpin harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme untuk membangun pemerintahan yang bersih. Untuk bersih dari korupsi, kata Fadly, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang dekat lainnya. Dimana, seorang pemimpin harus bisa mengendalikan istri, anak, saudara, orangtua, serta kerabat lainnya untuk tidak terlibat korupsi.

"Pemimpin yang baik itu harus bisa memimpin dirinya dan keluarganya terlebih dahulu sebelum tampil memimpin masyarakat. Sebab, pemimpin itu panutan masyarakat," ungkap calon nomor urut 4 ini.

Selanjutnya, dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan antikorupsi, Fadly bersama Asrul, akan membuat aparatur sipil negara (ASN) di Pemko Padang Panjang bekerja dengan nyaman. Kenyamanan ini dimulai dari penempatan pejabat yang sesuai dengan kompetensinya dengan durasi yang dibutuhkan. Artinya, roda mutasi atau penggantian pejabat akan dilakukan dengan penuh pertimbangan. 

"Selagi mereka berkompeten dan mampu melaksanakan tugas dengan baik dan benar tentu akan kita pertahankan," kata Fadly.

Selain itu, pemerintahan Fadly-Asrul nantinya juga menjamin kesejahteraan ASN. Kesejahteraan yang mereka dapatkan sebelumnya tidak akan dikurangi, bahkan akan ditingkatkan. Agar tercapai kenyamanan bekerja dan terhindar dari korupsi.

"Kita akan membuat para ASN bekerja senyaman mungkin guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan antikorupsi untuk kejayaan Padang Panjang. Sekali lagi, saya tegaskan, kami tidak akan mengurangi atau memangkas kesejahteraan ASN, justru kami akan meningkatkannya. Termasuk peningkatan kesejahteraan para ketua RT sebagai pembantu urusan pemerintah di tingkat bawah," ujar Fadly.

Begitu juga dalam hal pelayanan publik, ditambahkan Asrul, selain melaksanakan keterbukaan informasi publik (KIP), juga memastikan pelayanan terpadu satu pintu benar-benar terlaksana dalam melayani masyarakat. 

"Ketika masyarakat mengurus perizinan dan dokumen lainnya, tidak lagi disuruh bolak balik untuk melengkapi persyaratannya. Ketika masyarakat masuk ke satu pintu itu semua persyaratan sudah ada di dalamnya, sehingga masyarakat tinggal mengisi datanya saja lagi," papar Asrul, yang lebih 30 tahun mengabdi sebagai birokrat di Padang Panjang.

Fadly dan Asrul juga menegaskan pemerintahan yang akan mereka jalankan nantinya, pemerintahan berhati rakyat. Maksudnya, pemerintahan yang mengedepankan keinginan rakyat dengan melibatkan partisipasi mereka membangun kota. (SSC)

 

BACA JUGA