Pembangunan Pertamanan Diarahkan pada Jalan Umum dan Perkantoran

-

Jum'at, 22/06/2018 18:20 WIB
Pembangunan pertamanan di Kabupaten Agam diarahkan pada jalan umum dan perkantoran, terutama perkantoran pemerintah, ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, melalu Kabid Pertamanan, Japrizal, Jumat (22/6/2018), di Lubuk Basung.

Pembangunan pertamanan di Kabupaten Agam diarahkan pada jalan umum dan perkantoran, terutama perkantoran pemerintah, ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, melalu Kabid Pertamanan, Japrizal, Jumat (22/6/2018), di Lubuk Basung.

Agam, sumbarsatu.com-Pembangunan pertamanan di Kabupaten Agam diarahkan pada jalan umum dan perkantoran, terutama perkantoran pemerintah, ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, melalu Kabid Pertamanan, Japrizal, Jumat (22/6/2018), di Lubuk Basung.

Di kawasan ibu Kabupaten Agam, taman pada jalan umum, terutama pada jalur pembatas jalur, ditanam jenis bunga yang bisa hidup lama. Pada titik tertentu, seperti di bundaran, dipadu dengan bunga semusim, sehingga menambah keindahannya.

Pada pembatas jalur jalan dua jalur pada Jalan Gajah Mada, juga telah ditanam pohon pelindung jenis mahoni.

Sedangkan pada perkantoran, diutamakan bunga yang hidup semusim, seperti bunga (bayam) merah.

Pada jalan umum di luar kawasan ibu kabupaten, diutamakan penanaman pohon pelindung. Kebijakan itu dimaksudkan sebagai peneduh jalan, di samping untuk memproduksi oksigen untuk keperluan warga sekitar.

Pada perkantoran juga diutamakan menanam bunga semusim yang berwarna indah. Hal itu dimaksudkan agar kawasan perkantoran terlihat indah dan asri.

“Namun tidak tertutup kemungkinan untuk menanam bunga yang bis hidup lama, seperti bunga pucuk merah dan jenis lainnya,” ujarnya.

Bunga dan pohon yang ditanam di pinggir, atau pembatas jalur jalan umum membutuhkan pemeliharaan. Untuk itu diharapkan partisipasi warga sekitar, agar bunga dan tanaman pelindung mendatangkan manfaat bagi warga sekitar, umumnya mereka yang melintasi kawasan dimaksud.

Predator tanaman bunga dan ohon pelindung tersebut adalah tangan-tangan jahil, dan hewan ternak yang lepas berkeliaran di kawasan bunga dan tanaman dimaksud.

Pohon pelindung, kala masih kecil sangat rentan terhadap gangguan hewan ternak dan tangan-tangan  jahil. Setelah besar juga ada yang sengaja dibunuh warga yang tidak mengerti arti pentingnya pohon tersebut.

Sedangkan bunga semusim juga sangat rentan gangguan si-tangan jahil, dan hewan ternak.

“Karena itu, kami mengimbau segenap lapisan masyarakat, agar mau bermurah hati menjaga tanaman pada taman yang ada di Agam, baik yang berada di kawasan jalan umum, maupun perkantoran. Dengan demikian tanaman itu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujarnya berharap. (MSM)

BACA JUGA