Pelayanan Pelaku Wisata di Agam Lebaran Tahun Ini Menggembirakan

-

Kamis, 21/06/2018 18:48 WIB
Pasir Tiku

Pasir Tiku

Agam, sumbarsatu.com-Pelayanan pelaku pariwisata di Kabupaten Agam libur lebaran tahun ini menggembirakan, ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Agam, Jetson, MT, Kamis (21/6/2018), di ruang kerjanya.

Ia memujikan kondisi demikian, karena tidak ada keluhan pengunjung objek wisata mengemuka. Semua tampak tenang-tenang saja, dan para wisatawan nampak puas.

“Pengujung objek wisata selama 5 hari libur lebaran mencapai 203.000 orang. Objek paling ramai dikunjungi adalah Pasir Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara,” ujarnya.

Objek wisata kedua teramai dikunjungi wisatawan adalah Sonsang, dan Taman Muko-Muko.

“Tarusan Kamang sedang kering, makanya tidak dikunjungi wisatawan,” ujarnya pula.

Jetson meyakini, dari tahun ke tahun pengunjung objek wisata di Agam akan terus bertambah. Untuk itu, para pelaku wisata di daerah itu mesti mempersiapkan diri untuk meningkatkan pelayanan. Yang terpenting adalah memberikan rasa aman, nyaman, dan kenangan. Kenangan tentu saja yang indah, sehingga wisatawan berniat kembali datang pada kesempatan libur nantinya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah transparansi tarif di objek wisata. Seperti tarif parkir, tarif makanan dan minuman. Dengan demikian, wisatawan merasa nyaman, dan tidak merasa ditipu.

“Pariwisata masalah selera. Bila sesuatu sesuai dengan selera wisatawan, semahal apa pun akan mereka beli. Yang penting mereka tidak merasa mambali kuciang dalam karuang,” ujarnya menjelaskan.

Objek Pasir Tiku merupakan objek yang baru melejit, mengalahkan objek Bandar Mutiara. Menurut beberapa pengamat pariwisata, keunggulan objek Pasir Tiku adalah di segi keamanan dan kenyamanan.

“Sampai saat ini di Pasir Tiku tidak ada pemalak. Kondisi objek aman dan nyaman,” ujar salah seorang pemerhati pariwisata Agam, D. St. Palimo, Kamis (21/6/2018), di Lubuk Basung.

Ia menilai, kesadaran pelaku wisata di Agam sudah mulai membaik. Mermeka kian menyadari, kalau wisatawan itu pelu dilayani dengan baik, bukan untuk diperas dan ditakuti. Kalau dulu petugas parkir berpenampilanj seperti parewa, yang sangar, kini lebih menyenangkan. (MSM)

 

BACA JUGA