Tradisi "Barantam" di Agam, 399 Ekor Sapi dan Kerbau Dibantai

Kamis, 14/06/2018 14:21 WIB
Tradisi “barantam” masih kental di tengah masarakat Agam, terutama menjelang lebaran. Menurut data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Agam, kondisi Kamis (14/6/2018) siang, 399 ekor sapi dan kerbau dipotong secara

Tradisi “barantam” masih kental di tengah masarakat Agam, terutama menjelang lebaran. Menurut data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Agam, kondisi Kamis (14/6/2018) siang, 399 ekor sapi dan kerbau dipotong secara "barantam" menjelang Idulfitri 1439 Hijriah.

Agam, sumbarsatu.com-Tradisi “barantam” masih kental di tengah masarakat Agam, terutama menjelang lebaran. Menurut data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Agam, kondisi Kamis (14/6/2018) siang, 399 ekor sapi dan kerbau dipotong secara "barantam" menjelang Idulfitri 1439 Hijriah.

Barantam adalah cara mendapatkan daging untuk lebaran dengan cara bersama. Sapi atau kerbau dibeli masyarakat secara berkelompok, baik jamaah masjid, atau kelompok warga lainnya. Ternak dibeli bersama, nanti dipotong secara gotong-royong, dan dagingnya dibagi sesuai dengan aturan kelompok.

Kasi Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Iswandi Hendri menyatakan, 399 ekor itu merupakan data sementara, dan jumlahnya akan berubah-ubah sampai sore nanti.

"Hasil survey tim di lapangan menyebutkan, diprediksi akan ada jumlah tambahan karena masih ada permintaan daging dari masyarakat. Jadi, untuk saat ini kami belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Mungkin sore nanti kita baru bisa pastikan," ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, di Kabupaten Agam untuk tahun ini ada sekitar delapan kecamatan yang mengikuti kegiatan mambantai sistem barantam, yang sudah merupakan pesta rakyat tahunan itu. Dari jumlah itu, ada tiga kecamatan yang paling tinggi permintaan daging sapinya, yaitu Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, dan Ampek Nagari.

"Untuk Kecamatan Lubuk Basung, ada 94 ekor sapi yang dipotong. Di Tanjung Mutiara, 87, dan Ampek Nagari 82 ekor," ujarnya.

Sementara itu, jumlah di lima kecamatan lainnya, adalah Palembayan 60 ekor, Tanjung Raya 19 ekor, sisanya terdapat di Kecamatan Matur, Malalak, dan Palupuh.

Ia melanjutkan, hasil pemantauan tim juga menunjukkan bahwa sapi-sapi tersebut kondisinya sehat. Artinya layak untuk dipotong dan dikonsumsi.

Sedangkan harga daging di pasar tradisional saat ini berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per-kilogram. Harga tersebut naik Rp10 ribu dari harga biasanya. Ia meninilai kenaikan tersebut masih wajar.

Ia mengakui, kenaikan terjadi sesaat, karena permintaan meningkat jelang lebaran.

Pihaknya bersama dinas terkait telah berupaya untuk menstabilkan harga daging dengan menggelar bazar di beberapa pasar tradisional, yang diselenggarakan pada pertengahan puasa. (MSM)

BACA JUGA