Pelaku Pariwisata di Agam Sepakat Berantas Pemalakan

Minggu, 10/06/2018 22:07 WIB
Destinasi Puncak Lawang Maninjau

Destinasi Puncak Lawang Maninjau

Agam, sumbarsatu.com-Para pelaku pariwisata pada objek wisata yang ada di Kabupaten Agam, sepakat untuk memberantas aksi pemalakan, dan beberapa perbuatan kurang terpuji lainnya.

Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan beberapa hari lalu, yang dihadiri para pelaku pariwisata dari 12 objek wisata di daerah itu, seperti disampaikan Kadis Parpora Agam, melalui Kabid Pengembangan Objek Wisata, Rinaldi, ST, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, juga disepakati untuk menjaga K.3 objek, dan ikut mengantisipasi kemacetan pada jalanan menuju objek.

Selama ini aksi pemalakan menjadi keluhan pengunjung objek. Para pedagang makanan dan minum, diduga ada yang pakuak, sehingga harga makanan dan minuman dirasakan pengujung jauh lebih mahal dari harga pasaran.

Kondisi demikian jelas tidak menguntungkan nama baik pariwisata daerah. Karena itu mesti diberantas, agar ke depannya tidak lagi terjadi di objek wisata yang ada di Agam.

Perparkiran juga menjadi sorotan selama ini. Karena uang parkir ditagih petugas terlalu tinggi. Bahkan ada yang sampai Rp25.000/kendaraan roda empat.

“Kami dari pihak Diparpora tidak berwenang mengatur masalah uang parkir. Walau demikian kami berharap pihak pengelola objek wisata swasta bisa bermurah hari dengan menetapkan uang parkir tidak terlalu mencekik. Misalnya, cukup Rp10.000/kendaraan roda empat. Mereka juga kami imbau untuk memasang tarif parkir menjelang masuk ke objek yang mereka kelola. Dengan demikian, mereka yang keberatan dengan tarif parkir yang ditetapkan, bisa memilih tidak masuk ke objek.

Sementara salah seorang pengamat pariwisata daerah, D. St. Palimo mengatakan, sejauh ini Pemkab Agam belum menetapkan regulasi untuk payung hukum perparkiran di objek wisata pada hari raya.  Regulasi perparkiran yang berlaku saat ini bukan untuk kawasan objek wisata, kalaupun dipaksakan pemberlakuannya, tidak akan pas.

“Mestinya ada regulasi khusus parkir untuk objek wisata pada hari raya. Tidak perlu mesti pakai Perda, dengan Perbup pun cukup,” ujarnya.(MSM)

BACA JUGA