Jumsu Trisno: Petani Kelapa Sawit di Pessel Dibantu BPDP Rp40 Miliar

Jum'at, 25/05/2018 18:43 WIB
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pessel, Jumsu Trisno

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pessel, Jumsu Trisno

Pessel, sumbarsatu.com--Petani sawit skala kecil di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) boleh berbangga hati. Pasalnya, pada tahun ini Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit telah berkomitmen memberikan bantuan untuk terus mengembangkan produktivitasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pessel, Jumsu Trisno mengatakan, BPDP berjanji untuk menyalurkan bantuan berupa dana tunai kepada para petani yang ingin melakukan peremajaan (replanting) kelapa sawit setelah panen.

Para petani yang ingin mengajukan permohonan bantuan penanaman ulang harus memenuhi sedikitnya lima persyaratan yang diberikan oleh BPDP. Bantuan dana ini utamanya diberikan kepada para petani kecil yang memiliki luas lahan per orangnya kurang dari 4 hektare dan satu kelompok harus memiliki 100 hektare.

Dalam hal ini, petani juga harus megajukannya terlebih dahulu ke dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan yang nantinya berperan sebagai jembatan antara petani dengan BPDP.

"Pertama harus ada pengajuan dari dinas ke BPDP langsung. Dalam pengajuan itu ada 5 hal yang harus dipenuhi, pertama petani yang luas lahan kurang dari 4 hektare," terang Jumsu di Painan, Jumat (25/5/2018).

Distribusi pemberian dana penanaman ulang ini secara berkelompok juga dibatasi hanya untuk lahan perkebunan sawit seluas 100 hektar. Dalam kelompok tani tersebut juga harus ada koperasi yang berfungsi sebagai sarana pemberian dana bantuan tersebut.

"Kedua mereka berkelompok kurang lebih sedemikian 100 hektar bersama-sama. Ketiga ada koperasinya," ujarnya.

Untuk yang terakhir, lahan sawit yang akan diremajakan harus berpotensi dapat menghasilkan sawit yang berkualitas. Artinya, pihak BPDP hanya menyalurkan bantuan kepada mereka yang memiliki lahan dengan jaminan hasil kualitas sawit yang cukup baik.

"Kelima, lahan para petani tadi itu potensial Indonesia Sustainable Palm Oil System (ISPO), lebih bagus lagi kalau sudah sertifikat ISPO," jelas Jumsu.

Untuk tahun ini, BPDP memberikan bantuan dana untuk peremajaan ini hingga Rp 25 juta untuk setiap hektarnya, jika di total untuk petani Pessel mendapat 40 miliar dengan luas lahan 1.600 hektare. (MIN)

BACA JUGA