Sabtu, 12/05/2018 08:48 WIB

Polres Pasaman Barat Konsiliasi dengan Pemuka Agam Nasrani

konsiliasi

konsiliasi

Pasaman Barat, sumbarsatu.com-Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat (Pasbar), Jumat (11/9/2018) mengadakan konsiliasi dengan pemuka agama Nasrani di Nagari Persiapan Giri Maju, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, di Mapolres setempat.

Konsiliasi ialah usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan itu.

Hal itu diupayakan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik antaragama di daerah tersebut akibat pembangunan rumah ibadah dan aktivitas peribadatan umat kristiani di Nagari Persiapan Giri Maju.

Konsiliasi dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan pembangunan sarana ibadah dan kegiatan peribadatan umat Nasrani di Nagari Persiapan Giri Maju, Kecamatan Luhak Nan Duo yang menimbulkan penolakan dari warga lainnya.

Kapolres Pasbar, AKBP Iman Pribadi Santoso mengajak kepada pemuka agama Nasrani di Nagari Persiapan Giri Maju untuk menjalankan aktivitas peribadatan di tempat terdekat,   yakni di gereja Kristen HKBP di Jorong Jambak sampai izin mereka didapatkan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita khawatir akan timbulnya situasi yang kurang kondusif nantinya.  Kepada pendeta saya harapkan untuk mengajak umat kristiani melaksanakan ibadah di gereja terdekat yang diizinkan digunakan sebagai tempat beribadah sampai izin mereka dapatkan sesuai aturan yang berlaku," ajak Iman.

Disampaikan, pihaknya tidak melarang pembangunan tempat ibadah yang baru di Nagari Persiapan Giri Maju apabila segala prosedur pembangunan rumah ibadah telah dikantongi.

"Kita pertimbangkan situasi di tengah masyarakat. Situasi setiap harinya sangat sulit diprediksi dan dapat berubah-ubah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pasbar, H. Syahiran melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pasbar, Edy Murdani. SH menyampaikan bahwa Pemkab Pasbar bersama-sama dengan pihak kepolisian sudah berupaya seoptimal mungkin untuk  mencari solusi untuk persoalan tersebut. Demi menjaga situasi Khamtibmas di Pasbar.

Kata Mardani, Pemkab berharap aktivitas ibadah yang dilakukan di Nagari Persiapan Giri Maju untuk dihentikan sementara waktu sampai izinnya diperoleh sesuai aturan yang berlaku serta berpedoman kepada kesepakatan yang telah dibuat bersama baik oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasaman Barat maupun FKUB Provinsi Sumatera Barat.

"Pemda bersama pihak kepolisian sudah berupaya mencari solusi. Kita bersama telah sepakat, aktifitas umat Nasrani Nagari Persiapan Giri Maju lebih baik dihentikan sementara waktu. Kita khawatir akan menjadi konflik yang bersifat SARA," ujar Edy.

Sementara salah seorang pemuka agama Nasrani Nagari Persipan Giri Maju, Pendeta Doni H, dalam konsolidasi tersebut bahwa situasi umat Nasrani dan umat Islam di Nagari Persiapan Giri Maju dirasakan masih kondusif.

"Situasi di Giri Maju kami rasakan masih kondusif.  Kita masih duduk bersama dan bersendau gurau bersama dengan masyarakat muslim di sana. Mungkin disini (Giri Maju)  ada beberapa orang / kelompok yg tidak suka terkait tempat pelaksanaan ibadah kami," kata Doni.

Konsiliasi dengan para tokoh agama dan tokoh adat Nagari Persiapan Giri Maju ini turut dihadiri oleh Wakapolres Pasbar Kompol Sukirman, Kabag Ops. Polres Pasbar Kompol Liusman, Kasat Intelkam AKP. Milson Joni, SH, Kasat Reskrim Iptu. Chairul Huda, SH, Sik, Kasat Sabraha Iptu Yudi Partanto, Kapolsek Pasaman AKP. Muzhendra, Kasat Pol PP, Edison Zelmi. SSTP, Pendeta Kristen Protestan, Marikon Simbolon,  Pendeta Agus Gideon Silaban dan pemilik lokasi gereja jorong Giri Maju Bernad. LT. (SSC/NIR)

BACA JUGA